Seorang peserta bersuka ria dengan tomat yang hancur saat festival tahunan "Tomatina" di Bunol, salah satu kota di timur Spanyol, Rabu (29/8/2019). Digelar sejak 1945, perang tomat ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara seperti dari Inggris, Jepang, dan AS. (JAIME REINA / AFP)
Seorang peserta bersuka ria dengan tomat yang hancur saat berpartisipasi dalam festival tahunan "Tomatina" di Bunol, salah satu kota di timur Spanyol, Rabu (29/8/2019). Perang tomat yang penuh kehebohan itu rutin diadakan setiap Rabu terakhir bulan Agustus. (JAIME REINA / AFP)
Peserta bersuka ria dengan tomat yang hancur saat festival tahunan "Tomatina" di Bunol, salah satu kota di timur Spanyol, Rabu (29/8/2019). Digelar sejak 1945, perang tomat ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara seperti dari Inggris, Jepang, dan AS. (JAIME REINA / AFP)
Seorang peserta bersuka ria dengan tomat yang hancur saat berpartisipasi dalam festival tahunan "Tomatina" di Bunol, salah satu kota di timur Spanyol, Rabu (29/8/2019). Perang tomat yang penuh kehebohan itu rutin diadakan setiap Rabu terakhir bulan Agustus. (JAIME REINA / AFP)
Peserta saling melemparkan tomat saat festival tahunan "Tomatina" di Bunol, salah satu kota di timur Spanyol, Rabu (29/8/2019). Digelar sejak 1945, perang tomat ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara seperti dari Inggris, Jepang, dan Amerika Serikat. (JAIME REINA / AFP)
Peserta melemparkan saat berpartisipasi dalam festival tahunan "Tomatina" di Bunol, salah satu kota di timur Spanyol, Rabu (29/8/2019). Perang tomat yang penuh kehebohan itu rutin diadakan setiap Rabu terakhir bulan Agustus. (JAIME REINA / AFP)
Peserta bersuka ria dengan tomat yang hancur saat festival tahunan "Tomatina" di Bunol, salah satu kota di timur Spanyol, Rabu (29/8/2019). Digelar sejak 1945, perang tomat ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan mancanegara seperti dari Inggris, Jepang, dan AS. (JAIME REINA / AFP)