8 Pemain Top yang Tak Dipanggil Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022

Timnas Indonesia memanggil 24 nama untuk pemusatan latihan Kualifikasi Piala Dunia 2022. Banyak pemain bagus terlewatkan. Siapa saja mereka?

oleh Muhammad Adi YaksaDiterbitkan 24 Agustus 2019, 19:00 WIB
Trivia 8 Pemain yang Tak Dipanggil Timnas Indonesia (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta - Ratusan pemain berlomba-lomba untuk mengenakan seragam Timnas Indonesia. Kebetulan, kuotanya terbatas. Alhasil, hanya puluhan nama yang bisa membela skuat Garuda.

Persaingan masuk ke Timnas Indonesia sangat ketat. Lihat saja, hanya 24 nama yang dipanggil untuk pemusatan latihan (training centre) menuju putaran kedua Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Meski terbaru, pelatih Simon McMenemy menyertakan dua nama undangan, Hanif Sjahbandi dan Bagus Kahfi.

Setiap pemain yang ber-Kartu Tanda Penduduk (KTP) Indonesia hingga pemain naturalisasi pun pasti bermimpi membela Timnas Indonesia. Bertanding sebaik mungkin bersama klub menjadi satu di antara jalan terbaik untuk mewujudkan keinginan.

Sebagai pelatih, McMenemy memegang kunci peranan layak atau tidaknya seorang pemain membela Timnas Indonesia. Arsitek asal Skotlandia itu telah memasang kriteria, memanggil pemain yang bermental kuat.

Terkadang, ambisi tak sejalan dengan selera pelatih. Sudah tampil bagus di level klub, malah diabaikan di level tim nasional. Seperti yang dialami oleh delapan pemain ini. Dewi fortuna belum menaungi kedelapan pemain ini untuk merumput bersama Timnas Indonesia.


Wawan Hendrawan (Bali United)

(Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Kurang hebat apa lagi Wawan Hendrawan sehingga McMenemy tak kunjung memanggilnya ke Timnas Indonesia? Membawa klubnya, Bali United, ke peringkat pertama sudah. Selalu tampil penuh juga sudah.

Hanya kebobolan sembilan gol dari 14 pertandingan yang mengantar Bali United menjadi tim terminim kemasukkan pun sudah. Mungkin, usia Wawan yang lumayan uzur, 36 tahun, menjadi pertimbangan McMenemy.

Mengingat, tiga kiper yang dipanggil Timnas Indonesia sedang dalam usia emas. Andritany Ardhiyasa, sebagai kiper utama kini berumur 27 tahun, disusul Teja Paku Alam (25 tahun), dan Angga Saputro (25 tahun).


Wawan Febrianto (Tira Persikabo)

(Bola.com/Yoppy Renato)

Kejutan datang dari McMeneny ketika memanggil Osas Saha, namun tak menyertakan kompatriotnya di Tira Persikabo, Wawan Hendrawan. Padahal, gelandang berusia 25 tahun itu tampil sensasional di musim ini.

Wawan terlibat dalam 15 laga Tira Persikabo dengan torehan enam gol dan lima assists. Jika dibandingkan dengan statistik gelandang sayap Timnas Indonesia yang lain, macam Irfan Bachdim (10 partai, 1 gol, 1 assist) dan Febri Hariyadi 14 partai, 4 gol, 3 assists), capaian individual pemain kelahiran 23 Februari 1994 ini lebih mentereng.

Lanjut Baca:

Malang benar nasib Andik Rendika Rama. Bertahun-tahun jadi pilar utama Madura United di pos bek sayap kiri, namun, panggilan dari Timnas Indonesia tak kunjung mendatanginya. Rendika Rama adalah satu di antara sedikit bek kiri yang dapat tampil konsisten dalam tiga tahun terakhir. Sejak membela Madura United pada 2017, pemain berusia 26 tahun ini telah membukukan 69 penampilan di Liga 1. Merujuk statistik, jumlah penampilan Rendika Rama adalah yang tertinggi dibanding dua bek kiri Timnas Indonesia saat ini, Ruben Sanadi (68 partai, tiga musim) dan Ricky Fajrin (54 partai tiga musim). Hanya, koleksi 12 assists-nya kalah tipis ketimbang Sanadi (14 assists) namun unggul jauh dari Fajrin (3 assist).

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya