Stapac Ingin Mundur dari IBL, Ini Kata Perbasi

Ketua Umum PP Perbasi, Danny Kosasih mengharapkan seluruh pihak terkait untuk lebih bijaksana dan berpikir untuk kebaikan yang lebih besar.

oleh ThomasDiterbitkan 18 Agustus 2019, 14:50 WIB
Ketum Perbasi Danny Kosasih (Thomas/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta- Pada pekan ini, pecinta basket tanah air dikagetkan dengan rencana klub legendaris Stapac Jakarta untuk mundur dari Indonesia Basketball League (IBL). Klub juara musim lalu itu berniat tidak mengikuti IBL musim 2020.

Stapac beralasan ingin mundur karena minimnya stok pemain. Pasalnya beberapa pemain Stapac dipanggil untuk mengikuti pemusatan latihan jangka panjang bersama timnas Indonesia.

Lima pemain Stapac yang dipanggil timnas Indonesia adalah Kaleb Ramot Gemilang, Abraham Damar Grahita, Widyantaputra Teja, Mei Joni dan Vincent Rivaldi Kosasih. Sedangkan Rizky Effendi memperkuat timnas 3x3.

Menanggapi rencana Stapac, Ketua Umum PP Perbasi (Persatuan Bola Basket Seluruh Tanah Air), Danny Kosasih mengharapkan seluruh pihak terkait untuk lebih bijaksana dan berpikir untuk kebaikan yang lebih besar.

"Saya berharap semua pihak dapat memikirkan kepentingan prestasi basket nasional, mari kita diskusikan dan mencari jalan yang terbaik bagi semua pihak. Program Timnas menuju 2023 tidak lepas dari pantauan FIBA yang sangat perhatian akan kualitas Timnas Indonesia agar layak berkompetisi di Piala Dunia FIBA 2023 dimana, kita, bangsa Indonesia bersama Filipina dan Jepang akan menjadi tuan rumah. Nah, untuk dapat berkompetisi di 2023, FIBA mensyaratkan Timnas indonesia dapat lolos di FIBA Asia Cup 2021 dan bisa menduduki posisi 10 besar Asia," kata Danny.

Tak mudah bagi Indonesia untuk bisa masuk posisi 10 besar Asia. Untuk bisa mengakselerasi para atlet Indonesia, FIBA juga meminta agar Indonesia menjalankan program latihan yang dipimpin oleh pelatih kelas dunia agar dapat terbentuk tim dari yang benar-benar talenta-talenta termasuk juga memasukkan pemain naturalisasi.

Para pemain terbaik ini diharapkan dapat mengikuti program latihan dan mengikuti kompetisi berstandar tinggi di waktu yang hanya sedikit tersisa karena pertandingan kualifikasi FIBA Asia Cup akan dimulai di Februari 2020.

"Agar dapat mempunyai kesempatan yang kuat untuk lolos dikualifikasi FIBA Asia Cup ini, kita harus mengumpulkan pemain terbaik Indonesia dalam Pelatnas jangka panjang karena waktu persiapan Timnas sangat pendek, kurang dari 6 bulan. Kami sudah proyeksikan Timnas akan bermain dalam 1 tim di beberapa kejuaraan Internasional dan kompetisi IBL," ujar Ketua Tim Nasional PP Perbasi, Syailendra Bakrie

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya