Jakarta Barcelona menutup musim 2018-2019 dengan kurang baik. Meski juara La Liga, Tim Catalan gagal di Liga Champions dengan cara menyakitkan.
Mereka ditendang Liverpool dari fase semifinal dengan kekalahan 0-4 di Anfield, setelah sebelumnya meraih kemenangan 3-0 di Nou Camp. Situasi hampir sama dialami pada musim 2017-2018, saat mereka didepak AS Roma di perempat final.
Advertisement
Derita Barca kian bertambah saat mereka digasak Valencia di final Piala Raja Spanyol.
Walau tak memenuhi ekspekstasi, posisi Ernesto Valverde di kursi pelatih tetap aman. Menyongsong musim baru, sang mentor diberi keleluasaan merekrut pemain-pemain baru untuk membuat skuat bertabur bintang.
Target utama Barcelona adalah mempertahankan dominasi di La Liga dan juga Liga Champions. Ambisi besar ini bukan hal berlebihan. Klub yang juara kompetisi domestik sebanyak 26 kali ini punya berbagai modal untuk mencapai targetnya.
Bola.com melihat Barcelona akan sulit ditandingi musim ini. Apa alasannya?
Lini Depan Ganas yang Tak Tertanding
Kedatangan Antoine Griezmann dari Atletico Madrid memperkaya opsi di lini depan Barcelona. Kini mereka tidak hanya terlalu bergantung pada trio, Luis Suarez, Lionel Messi, serta Philippe Coutinho.
Selain Griezmann, Barca juga punya Ousmane Dembele yang ketajamannya tak perlu diragukan. Bisa dibayangkan, akan seperti apa garangnya Barcelona jika Neymar jadi pindah dari PSG.
Lini Tengah yang Solid
Tanpa Andres Iniesta dan Xavi Hernandez mesin permainan Barcelona di sektor tengah macet. Ivan Rakitic tak maksimal bermain sebagai jenderal lapangan tengah.
Solusi permasalahan ada di sosok Frenkie de Jong yang didatangkan dari Ajax Amsterdam. De Jong yang punya skill individu di atas rata-rata serta didukung visi bermain yang oke jadi tandem bagi Rakitic untuk menghidupkan permainan lini kedua.
Barcelona juga punya gelandang berkelas dalam melakukan pekerjaan kotor, Sergio Busquets dan Arturo Vidal, yang kian membuat lini ini jadi amat solid.
Agresivitas permainan sektor gelandang selama ini jadi nyawa permainan Barcelona. Kombinasi umpan pendek para gelandang membuat sistem tiki-taka berjalan dengan maksimal.
Trio penyerang bisa fokus mengobrak-abrik pertahanan lawan. Mereka dapat pasokan bola yang memadai dari sektor kedua.