Liputan6.com, Jakarta FTV SCTV kali ini. Brian yang baru datang dari luar negeri. Kaget mendapati kenyataan. Perusahaan papanya diambil alih oleh anak buah kepercayaannya Pak Johan. Semua kekayaannya disita. Rupanya Papa Brian terlalu percaya sama Pak Johan hingga terpedaya dijadikan tersangka korupsi dan jatuh miskin.
Selanjutnya di FTV SCTV, Papa dan mamanya Brian harus rela pindah ke desa tempat Bi Mumun pembantunya yang setia. Brian minta bantuan Rosi tunangannya. Namun melihat Brian yang jatuh miskin Rosi malah memutuskannya. Rosi bahkan terang-terangan kalo dia sekarang pacaran dengan Genta anak buah kepercayaan Pak Johan. Brian geram lihat keadaan itu dan bertekad untuk balas dendam pada Pak Johan.
Advertisement
Jelita anaknya Pak Johan yang selama ini tinggal di desa bersama ibunya, awalnya kaget ketika ayahnyatiba-tiba mengajak dia dan ibunya pindah ke kota. Jelita yang sudah betah di desa menolak ikut ke kota namun dipaksa ayanya. Lebih kaget lagi mereka tiba-tiba jadi orang kaya. Setahu dia ayahnya hanyalah staff administrasi di perusahaan itu.
Ibunya malah tidak ambil pusing yang penting mereka sudah kaya. Dia sudah bosan hidup sederhana dan selalu diejek tetangga-tetangganya, dibilang kalo punya suami kerja di kota tapi masih miskin. Jelita yang tomboy juga dipaksa untuk berdandan cantik dan anggun biar sesuai dengan status mereka yang sudah jadi orang kaya. Jelita sampai bertengkar dengan ibunya karena enggak mau didandani dan pake gaun cantik saat mau ke pesta.
Dan, FTV SCTV masih berlanjut....
High Heels
Dalam waktu singkat ibu Jelita tiba-tiba merubah gaya ala ibu-ibu sosialita malah lebih norak. Jelita beberapa kali protes dengan tingkah ibunya namun malah dimarahi. Membuat Jelita beberapa kali mencoba untuk kabur dari rumah. Lucunya lagi orang tuanya sok-sok an nyuruh Genta jadi bodyguard. Yang ada malah dikerjain Jelita terus-terusan.
Sebetulnya Jelita yang terbiasa hidup sederhana dan mandiri tidak suka dengan gaya hidup barunya dan rumahnya yang terlalu besar. Jelita malah curiga ayahnya melakukan sesuatu. Namun saat Tanya ayahnya dia malah dimarahi. Pak Johan menyuruh Jelita jangan banyak pikiran. Ini saatnya mereka menikmati hidup yang sebenarnya.