Madrid - Real Madrid telah menyelesaikan proses transfer Ferland Mendy. El Real resmi memperkenalkan pemain 24 tahun itu ke publik di Santiago Bernabeu pada Rabu (19/6/2019) lalu.
Mendy ditebus Real Madrid dari Olympique Lyon dengan nilai transfer yang mencapai 48 juta euro (Rp 767 miliar). Bersama Los Blancos, Ferland Mendy sepakat menandatangani kontrak berdurasi enam musim, atau sampai 30 Juni 2025.
Advertisement
"Sebuah kehormatan berada di klub terbaik di dunia. Terima kasih kepada presiden (Florentino Perez) untuk kepercayaannya dan juga kepada klub. Hala Madrid!" ujar Mendy.
Sementara itu, Florentino Perez merasa senang timnya mendapatkan Ferland Mendy yang merupakan bek kiri terbaik di Ligue 1 musim lalu. Dia berharap, Mendy bisa membantu Real Madrid merengkuh lebih banyak trofi.
"Kita menyambut seseorang yang dinobatkan sebagai bek kiri terbaik di liga Prancis oleh sesama pemain: Ferland Mendy. Seorang pria yang benar-benar tahu bagaimana rasanya bertarung melawan kesulitan," papar Perez.
"Anda telah memilih Real Madrid karena itu adalah keinginan besar Anda, terlepas dari tim-tim besar Eropa yang menginginkan Anda. Tantangan besar sedang dimulai untuk Anda. Anda adalah contoh peningkatan diri, sesuatu yang sejalan dengan tim ini," lanjutnya.
Ferland Mendy menjadi pembelian kelima Real Madrid untuk musim 2019-2020. Sebelumnya, Madrid sudah mendatangkan Rodrygo Goes (Santos), Eder Militao (FC Porto), Luka Jovic (Eintracht Frankfurt), dan Eden Hazard (Chelsea).
Nama Ferland Mendy nampaknya masih asing di telinga Anda. Maka dari itu, berikut adalah empat hal yang perlu diketahui tentangnya.
Karier Sepak Bola Nyaris Terhenti di Usia 14 Tahun
Mendy sepertinya tidak pernah menduga atau membayangkan jika pada suatu saat nanti, dirinya akan mengenakan seragam Real Madrid. Ketika masih berusia 14 tahun, pemain yang berperan sebagai bek kiri ini sudah harus mendapatkan cedera yang serius pada pinggulnya.
Bahkan cedera tersebut membuat Mendy untuk berhenti bermain sepakbola lantaran ia harus menggunakan kursi roda selama enam bulan dan dokter sempat memvonis dia tidak bisa bermain sepakbola kembali. Beruntung karena pengobatan dan rehabilitasi yang dilakukannya sukses, vonis dokter terbukti salah dan kini, dia jadi salah satu bek kiri muda terbaik di dunia.