Foto udara dari lukisan raksasa "Beyond Walls" karya seniman jalanan Prancis, Saype, yang terbentang di halaman Champs de Mars, depan Menara Eiffel di Paris, 13 Juni 2019. Karya berukuran 600 meter itu bentuk dukungan kepada organisasi amal penyelamat migran, SOS Mediterranee. (Eric FEFERBERG/AFP)
Foto udara dari lukisan raksasa "Beyond Walls" karya seniman jalanan Prancis, Saype, yang terbentang di halaman Champs de Mars, depan Menara Eiffel di Paris, 13 Juni 2019. Menggunakan cat ramah lingkungan, lukisan itu bergambar seperti tangan-tangan raksasa saling bergandengan. (Eric FEFERBERG/AFP)
Foto udara dari lukisan raksasa "Beyond Walls" karya seniman jalanan Prancis, Saype, yang terbentang di halaman Champs de Mars, depan Menara Eiffel di Paris, 13 Juni 2019. Menggunakan cat ramah lingkungan, lukisan itu bergambar seperti tangan-tangan raksasa saling bergandengan. (Eric FEFERBERG/AFP)
Foto udara dari lukisan raksasa "Beyond Walls" karya seniman jalanan Prancis, Saype, yang terbentang di halaman Champs de Mars, depan Menara Eiffel di Paris, 13 Juni 2019. Karya berukuran 600 meter itu bentuk dukungan kepada organisasi amal penyelamat migran, SOS Mediterranee. (Eric FEFERBERG/AFP)
Foto udara dari lukisan raksasa "Beyond Walls" karya seniman jalanan Prancis, Saype, yang terbentang di halaman Champs de Mars, depan Menara Eiffel di Paris, 13 Juni 2019. Karya berukuran 600 meter itu bentuk dukungan kepada organisasi amal penyelamat migran, SOS Mediterranee. (Eric FEFERBERG/AFP)
Detail foto udara dari lukisan raksasa "Beyond Walls" karya seniman jalanan Prancis, Saype, di halaman Champs de Mars, depan Menara Eiffel di Paris, 13 Juni 2019. Menggunakan cat ramah lingkungan, lukisan itu bergambar seperti tangan-tangan raksasa saling bergandengan. (Eric FEFERBERG/AFP)
Detail foto udara dari lukisan raksasa "Beyond Walls" karya seniman jalanan Prancis, Saype, di halaman Champs de Mars, depan Menara Eiffel di Paris, 13 Juni 2019. Menggunakan cat ramah lingkungan, lukisan itu bergambar seperti tangan-tangan raksasa saling bergandengan. (Eric FEFERBERG/AFP)