Tambalan semen terlihat di trek Skatepark Slipi, Jakarta, Minggu (16/6/2019). Sudah hampir dua bulan taman bermain skateboard tersebut ditutup oleh Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat akibat rusaknya beberapa fasilitas seperti arena, sejumlah keramik, dan taman. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Garis pembatas terpasang di arena atau trek Skatepark Slipi, Jakarta, Minggu (16/6/2019). Skatepark tersebut selesai dibangun pada Januari 2019 dengan anggaran Rp 800 juta dan telah mengalami perbaikan selama dua kali. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Sejumlah anak bermain skateboard di depan Skatepark Slipi yang sedang ditutup, Jakarta, Minggu (16/6/2019). Skatepark tersebut selesai dibangun pada Januari 2019 dengan anggaran Rp 800 juta dan telah mengalami perbaikan selama dua kali. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Kondisi keramik rusak di Skatepark Slipi, Jakarta, Minggu (16/6/2019). Sudah hampir dua bulan taman bermain skateboard tersebut ditutup oleh Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat akibat rusaknya beberapa fasilitas seperti arena, sejumlah keramik, dan taman. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Taman di sekitar Skatepark Slipi yang juga rusak akibat diinjak-injak oleh warga, Jakarta, Minggu (16/6/2019). Skatepark tersebut selesai dibangun pada Januari 2019 dengan anggaran Rp 800 juta dan telah mengalami perbaikan selama dua kali. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)
Tambalan semen terlihat di trek Skatepark Slipi, Jakarta, Minggu (16/6/2019). Sudah hampir dua bulan taman bermain skateboard tersebut ditutup oleh Suku Dinas Kehutanan Jakarta Pusat akibat rusaknya beberapa fasilitas seperti arena, sejumlah keramik, dan taman. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)