Profil Tim Liga 1 2019: PSIS Semarang Buru Posisi 8 Besar

PSIS Semarang bertekad untuk masuk 8 besar dalam klasemen akhir Liga 1 2019.

oleh Vincentius AtmajaDiterbitkan 10 Mei 2019, 11:35 WIB
Logo PSIS Semarang. (Bola.com/Dody Iryawan)

Jakarta PSIS Semarang menjadi tim yang paling mengejutkan musim lalu. Pada tahun pertamanya berkecimpung di Liga 1, Mahesa Jenar berhasul finis di urutan sepuluh klasemen akhir musim.

PSIS finis di peringkat ke-10 di klasemen akhir Liga 1 2018 meski berstatus sebagai tim promosi dari Liga 2. Bahkan PSMS Medan yang memiliki status yang sama justru langsung kembali turun kasta ke Liga 2. PSIS kini mewarnai kekuatan sepak bola Indonesia, sebagai satu-satunya wakil Provinsi Jawa Tengah.

Dalam musim keduanya bermain di Liga 1, PSIS wajib diwaspadai kontestan lainnya. Mayoritas pemain musim lalu, sebesar 70 persen, dipertahankan manajemen klub. Komitmen besar dari manajemen PSIS Semarang membuat kiprah Laskar Mahesa Jenar menjadi kekuatan yang stabil.

Pemain seperti Joko Ribowo, Jandia Eka Putra, Rio Saputro, Safrudin Tahar, Bayu Nugroho, Komarudin, hingga Hari Nur Yulianto masih akan menjadi andalan PSIS untuk mengarungi kompetisi musim 2019. Sementara itu, nama-nama pemain baru turut hadir, satu di antaranya adalah putra daerah sekaligus langganan Timnas Indonesia, Septian David Maulana, serta Arthur Bonai.

Sementara sejumlah pilar musim lalu yang hengkang, tak membuat PSIS khawatir. Tim kebanggaan Panser Biru dan Snex ini mendapatkan pengganti yang sepadan. Benteng kokoh Wallace Costa dipastikan menjadi pilihan utama lini belakang PSIS.

Dua ekspatriat menempati lini tengah, yaitu Patrick Mota dan Shohei Matsunaga, yang bertugas menjaga keseimbangan permainan. Lini depan PSIS juga menjadi kekuatan tersendiri. Meski ditinggal top scorer musim lalu, Bruno Silva, yang hijrah ke Arab Saudi, hadirnya Claudir Marini Jr. membawa warna bagi daya gedor tim bersama Hari Nur Yulianto.

PSIS Semarang memasang target kembali bersaing dengan masuk delapan besar Liga 1 2019. Setidaknya mereka bisa memperbaiki peringkat dibandingkan dengan musim lalu. Ambisi tersebut cukup realistis. Bahkan PSIS berpeluang membuat kejutan menjadi deretan tim papan atas Indonesia.


Pelatih

Pelatih PSIS Semarang, Jafri Sastra (jaket hitam) bersama pelatih kiper I Komang Putra dan para pemain usai laga uji coba melawan PSS Sleman, Selasa (30/4/2019). (Bola.com/Vincentius Atmaja)

Jafri Sastra menjadi sosok kunci sukses Mahesa Jenar musim lalu. Pelatih asal Payakumbuh, Sumatra Barat, ini hadir sejak pertengahan musim 2018. Jafri Sastra datang ketika PSIS terseok-seok dari awal hingga pertengahan musim ketika dibesut pelatih asal Italia, Vincenzo Annese.

Lanjut Baca:

PSIS akhirnya selamat dari jurang degradasi berkat tangan dingin Jafri. Sampai pekan ke-32, Bruno Silva dkk. sukses melepaskan diri dari jeratan degradasi perolehan poin yang tak terkejar oleh para penghuni zona merah. Di bawah asuhan Jafri, PSIS sangat garang di kandang sendiri, dan kerap menjadi batu sandungan dengan mencuri poin di markas lawan. PSIS mencatat tujuh kemenangan, dua imbang, dan dua kekalahan saat dipoles Jafri Sastra.  

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya