Liputan6.com, Jakarta: Siapa tak kenal L'Arc~en~Ciel? Grup musik rock asal Jepang yang juga disebut Laruku ini, terbentuk dari ide sang pembetot bas, Tetsu pada 1991. Untuk merealisir gagasannya, Tetsu merekrut Hyde (vokal), Hiro (gitar), dan Pero (drum). Sayangnya, setelah dilirik warga Osaka, Hiro pergi tanpa alasan jelas di pertengahan 1992. Sang Kapten terpaksa kudu memutar otak. Ia pun berhasil meyakinkan temannya, Ken, berhenti sekolah dan bergabung bersama Hyde Cs.
Akhir tahun itu, Pero menyusul Hiro. Posisi drummer pun kosong. Tetsu bergerak cepat mengambil tindakan. Sebab, ia seakan tahu Laruku bakal menjadi band nomor wahid di Jepang. Entah apa yang dilakukan Sang Kapten, yang jelas, ia mendapatkan seorang drummer andal, Sakura.
Dua personel baru terbukti menambah performa tim. Laruku pun menelurkan debut albumnya, Dune, pada 1 April 1993. Di bawah bendera label indie, Dune sukses memuncaki tangga lagu Oricon Indies. Hasil ini membuat beberapa major label melirik Laruku. Tahun berikutnya, mereka menandatangani kontrak dengan Sony Music Entertainment Jepang sekaligus merilis album keduanya, Tierra.
Tahun demi tahun, Laruku terus produktif merilis album. Kendati, masalah datang menerpa Hyde Cs. Penggebuk drum Sakura ditangkap polisi atas kepemilikan heroin. Sakura secara resmi mengundurkan diri pada 4 Oktober 1997. Ini dipercaya sebagai masa paling berkabung dalam sejarah Laruku.
Masih di tahun yang sama, Laruku merilis single pertamanya setelah kepergian Sakura, Niji. Tak lama setelah itu, Yukihiro resmi menggantikan posisi Sakura. Sejak saat itu, tak ada lagi pergantian personel, kekompakan band ini pun terus dibuktikan lewat album-album semisal Heart, Ark, Ray, Real, Smile, Awake, dan Kiss.
Pada Juni 2003, L'Arc~en~Ciel menggelar tujuh konser di Tokyo bertajuk Shibuya Seven Days. Pada 2005, grup musik ini Laruku melebarkan sayapnya dengan berkonser di Seoul dan Shanghai. Pada 25-26 November, Laruku menggelar dua show di Tokyo Dome. Ribuan tiket konser ini habis dalam waktu dua menit. Wow...
Lagu-lagu Laruku banyak dipakai untuk soundtrack anime seperti The Fourth Avenue Cafe di Rurouni Kenshin, dan Ready Steady Go serta Lost Heaven dalam Full Metal Alchemist. Album teranyar Laruku, Butterfly, diluncurkan pada 8 Februari 2012. Hingga saat ini, mereka telah mengantongi 12 album.
Malam ini, keempat personel bakal menggoyang Lapangan D, Senayan, Jakarta, dalam rangkaian World Tour 2012. Jangan sampai ketinggalan! Anda sudah dapat memasuki arena konser sejak pukul 16.00 WIB.(ASW)
Akhir tahun itu, Pero menyusul Hiro. Posisi drummer pun kosong. Tetsu bergerak cepat mengambil tindakan. Sebab, ia seakan tahu Laruku bakal menjadi band nomor wahid di Jepang. Entah apa yang dilakukan Sang Kapten, yang jelas, ia mendapatkan seorang drummer andal, Sakura.
Dua personel baru terbukti menambah performa tim. Laruku pun menelurkan debut albumnya, Dune, pada 1 April 1993. Di bawah bendera label indie, Dune sukses memuncaki tangga lagu Oricon Indies. Hasil ini membuat beberapa major label melirik Laruku. Tahun berikutnya, mereka menandatangani kontrak dengan Sony Music Entertainment Jepang sekaligus merilis album keduanya, Tierra.
Tahun demi tahun, Laruku terus produktif merilis album. Kendati, masalah datang menerpa Hyde Cs. Penggebuk drum Sakura ditangkap polisi atas kepemilikan heroin. Sakura secara resmi mengundurkan diri pada 4 Oktober 1997. Ini dipercaya sebagai masa paling berkabung dalam sejarah Laruku.
Masih di tahun yang sama, Laruku merilis single pertamanya setelah kepergian Sakura, Niji. Tak lama setelah itu, Yukihiro resmi menggantikan posisi Sakura. Sejak saat itu, tak ada lagi pergantian personel, kekompakan band ini pun terus dibuktikan lewat album-album semisal Heart, Ark, Ray, Real, Smile, Awake, dan Kiss.
Pada Juni 2003, L'Arc~en~Ciel menggelar tujuh konser di Tokyo bertajuk Shibuya Seven Days. Pada 2005, grup musik ini Laruku melebarkan sayapnya dengan berkonser di Seoul dan Shanghai. Pada 25-26 November, Laruku menggelar dua show di Tokyo Dome. Ribuan tiket konser ini habis dalam waktu dua menit. Wow...
Lagu-lagu Laruku banyak dipakai untuk soundtrack anime seperti The Fourth Avenue Cafe di Rurouni Kenshin, dan Ready Steady Go serta Lost Heaven dalam Full Metal Alchemist. Album teranyar Laruku, Butterfly, diluncurkan pada 8 Februari 2012. Hingga saat ini, mereka telah mengantongi 12 album.
Malam ini, keempat personel bakal menggoyang Lapangan D, Senayan, Jakarta, dalam rangkaian World Tour 2012. Jangan sampai ketinggalan! Anda sudah dapat memasuki arena konser sejak pukul 16.00 WIB.(ASW)