PAN Tegaskan Koalisi Prabowo-Sandi Masih Tetap Kokoh

Saleh menyampaikan, jika ada yang menyebut koalisi Prabowo-Sandi retak, itu merupakan keinginan pihak lain yang berharap koalisi Adil Makmur tak solid.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 03 Mei 2019, 20:04 WIB
Wasekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Soni Sumarsono, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Daulay, dan Ketua DPP Barisan Muda PAN Mora Harahap usai menggelar konferensi pers di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (1/5). (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN), Saleh Partaonan Daulay menegaskan koalisi Prabowo-Sandi yang diusung partainya, Demokrat, Gerindra, dan PKS masih tetap kokoh.

Kabar keretakan koalisi Indonesia Adil Makmur itu berembus setelah Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan dan Ketua Kogasma Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana.

"Sejauh ini, koalisi BPN masih tetap kokoh. Tidak ada yang retak. Komunikasi lintas parpol masih berjalan cukup baik. Semua masih berkomitmen untuk menunggu hasil akhir perhitungan manual," jelasnya dihubungi Jumat (3/5/2019).

Saleh menyampaikan, jika ada yang menyebut koalisi Prabowo-Sandi retak, itu merupakan keinginan pihak lain yang berharap koalisi Adil Makmur tak solid. Di internal, kata dia, semua pihak masih rukun.

“Di dalam semua adem, teduh, dan rukun. Yang mengatakan retak adalah yang punya kepentingan untuk membuat retak," kata dia.

 

Kebangsaan Lebih Luas

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Saleh Daulay (tengah) menyampaikan keterangan saat konpers di Kantor DPP PAN, Jakarta, Selasa (1/5). Dalam konpers ini Saleh Daulay menyatakan kemungkinan besar Fraksi PAN akan ikut ke Pansus TKA. (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Pertemuan AHY dan Jokowi menurutnya komunikasi yang biasa saja. Presiden, lanjutnya, dituntut untuk bertemu dan berkomunikasi dengan banyak pihak. Pembahasan dalam pertemuan itu juga tak harus membahas soal politik, tapi berbagai hal lain.

"Pembicaraannya tidaklah mesti soal politik praktis, tetapi bisa juga soal politik kebangsaan secara lebih luas. Saya melihat pertemuan itu dalam konteks politik kebangsaan yang lebih luas," ujarnya.

Usai bertemu Jokowi, AHY mengimbau semua pihak agar menghormati hasil Pemilu. Konteksnya, kata Saleh, ialah hasil Pemilu yang dilaksanakan secara jurdil.

"Buktinya, sampai hari ini Partai Demokrat juga masih banyak yang melakukan pengaduan ke Bawaslu terkait berbagai kecurangan yang mereka alami. Mereka tentu meminta hal itu untuk diselesaikan secara baik," jelas Saleh.

“Kan tidak mungkin AHY meminta menghormati hasil Pemilu dimana partainya mengalami ketidakadilan. Begitu juga ketidakadilan yang dihadapi oleh koalisi Pilpres yang didukung partainya," tutup dia.

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya