Liputan6.com, Bukittinggi: Mencontoh kesederhanaan Mohammad Hatta, peringatan seabad kelahiran sang Proklamator digelar tanpa kemewahan di tanah kelahirannya di Bukittinggi, Sumatra Barat, Ahad (11/8). Tak ada pesta ala kaum berpunya. Kecuali beberapa penggal ide brilian Bung Hatta yang dirangkum dalam pidato Menteri Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Alimarwan Hanan. Selain Ali, hadir pula Ketua Umum Panitia Pelaksana Peringatan Seabad Bung Hatta Adi Sasono, Gubernur Sumbar Zaenal Bakar serta putri pertama Bung Hatta Meutia Farida Hatta.
Menurut Meutia, perayaan ulang tahun ayahnya sengaja digelar sederhana agar masyarakat meneladani gaya hidup terpuji itu [baca: Cerita Cinta Hatta]. Di samping itu, panitia memang lebih menitikberatkan pada penyampaian gagasan Bung Hatta ketimbang gebyar acaranya.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memulai renovasi Kompleks Surau Syekh Abdurahman Batu Ampar, tempat Bung Hatta pernah menuntut ilmu agama. Di situ pulalah, Bapak Koperasi Indonesia ini pernah meresmikan perpustakaan dan gedung pertama Universitas Andalas di Payakumbuh pada 1970 [baca: Bung Hatta dan Demokrasi Ranah Minang].(MTA/Denni Risman dan Aldin)
Menurut Meutia, perayaan ulang tahun ayahnya sengaja digelar sederhana agar masyarakat meneladani gaya hidup terpuji itu [baca: Cerita Cinta Hatta]. Di samping itu, panitia memang lebih menitikberatkan pada penyampaian gagasan Bung Hatta ketimbang gebyar acaranya.
Momentum ini juga dimanfaatkan untuk memulai renovasi Kompleks Surau Syekh Abdurahman Batu Ampar, tempat Bung Hatta pernah menuntut ilmu agama. Di situ pulalah, Bapak Koperasi Indonesia ini pernah meresmikan perpustakaan dan gedung pertama Universitas Andalas di Payakumbuh pada 1970 [baca: Bung Hatta dan Demokrasi Ranah Minang].(MTA/Denni Risman dan Aldin)