Liputan6.com, Jakarta Di tengah popularitas tinju Tanah Air yang terus meredup, KPJ Bulungan, tetap tegar berdiri. Terletak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, sasana tinju legendaris tersebut menjadi rumah bagi pemuda-pemuda tangguh yang ingin mengubah nasib lewat kepalan tangannya.
Sore itu suasana di sekitar Blok M Mall, terlihat seperti biasanya. Kawasan yang pernah menjadi pusat 'gaul' anak-anak ibu kota tetap ramai. Arus lalu-lintas tampak tersendat. Kendaraan melaju pelan menyusuri jalanan yang menyempit akibat mobil yang terparkir.
Advertisement
Tidak mudah menemukan sasana KPJ Bulungan. Lokasinya tersamar gedung-gedung di sekelilingnya. Hanya saja, hampir semua pedagang di kawasan Blok M tahu tempat itu.
Pekan lalu, Liputan6.com pun berkesempatan menyambangi KPJ Bulungan bersama kru dari Bola.com untuk pengambilan gambar Cover Story. Temanya? Masih rahasia. Yang penasaran bisa menyaksikan langsung tayangannya setelah proses editing selesai di dapur redaksi.
So, tunggu saja.
Little Homes, langsung menyambut kehadiran kami. Pria bernama lengkap Misyanto ini merupakan pendiri sekaligus pelatih tinju di sasana KPJ Bulungan. Bersama musisi Anto Baret, arek Malang ini membangun tempat latihan bagi anak-anak jalanan sejak 2001 silam.
Entah sudah berapa puluh petinju yang diorbitkannya. Di usia yang sudah mencapai kepala lima, Little Homes masih tampak enerjik dan jenaka. "Apa kabar mas?" sapa Little Homes.
Gambar Mike Tyson vs Evander Holyfield tampak menghiasi dinding KPJ Bulungan bersama foto para petinju yang menghiasi halaman depan berbagai majalah. Selain itu, terdapat juga logo Singa dengan tulisan KPJ Bulungan yang menjadi pembakar semangat para petinju.
Bangunan beratap seng itu sudah terlihat menua. Pelapis tali ring tinju sudah banyak yang mengelupas dan mulai kendur. Lantainya juga mengelupas. Namun kondisi ini tidak menyurutkan semangat mereka yang sore itu tampak berlatih di sasana KPJ Bulungan.
"Yang latihan ini member. Mereka bukan petinju tapi untuk olahraga saja. Kalau petinju lagi istirahat di mess," kata Little Homes. "Mereka bayar per latihan saja," sambungnya.