Mendagri: Pelaku Kampanye dengan Hoaks Adalah Penjahat Demokrasi

Tjahjo mengingatkan, pemilu serentak bagian konsolidasi dari demokrasi Indonesia.

oleh Putu Merta Surya PutraDiterbitkan 08 Januari 2019, 08:47 WIB
Mendagri, Tjahjo Kumolo memberikan sambutan pada acara serah terima surat penugasan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh dan Bupati Bener Meriah di Kemendagri Jakarta, Senin (9/7). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, kembali bicara mengenai bahaya hoaks, ujaran kebencian, dan fitnah yang menggunakan SARA di tahun politik. Belum lama ini, ia juga menyoroti hoaks tujuh kontainer surat suara yang telah dicoblos.

"Kalau ada yang kampanye terselubung atau terbuka, (dengan) hoaks, fitnah SARA, berujar kebencian, mereka tergolong penjahat demokrasi, siapapun orangnya," ucap Tjahjo kembali memberi penegasan, Selasa (8/1/2019).

Dia mengingatkan, pemilu serentak bagian konsolidasi dari demokrasi Indonesia. Tujuannya untuk mewujudkan sistem pemerintahan Presidensial yang semakin efektif, efisien, sesuai Pancasila, UUD 1945.

Helatan ini merupakan tanggung jawab bersama Parpol, caleg, capres, tim sukses, KPU, Bawaslu, Pemerintah, serta seluruh elemen masyarakat.

"(Kesemuanya) wajib hukumnya untuk menjaga agar pemilu serentak berjalan sukses, demokratis, dan bermartabat," kata Tjahjo.

Karenanya, masyarakat harus percaya, tidak hanya kepada parpol, tapi juga ke penyelenggara Pemilunya.

Saksikan video pilihan di bawah ini

POPULER

    Berita Terkini Selengkapnya