Liputan6.com, Jakarta: Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, hingga Rabu (4/4) petang, kondisi luapan air di sekitar Cipulir dan Pondok Labu, Jakarta Selatan, sebagian sudah mulai surut.
Sutopo menjelaskan, ratusan rumah yang terendam banjir di daerah Cipulir di antaranya, RT 19/RW 03 sebanyak 89 kepala keluarga atau 445 jiwa. Kini kondisi genangan yang mencapai satu meter tersebut masih menggenang dan mengalir deras.
"Untuk RT 17/RW 03 sebanyak 61 KK atau 305 jiwa. Sebagian surut, genangan 50 sampai 80 sentimeter. Di RT 4/RW 12 sebanyak 24 KK atau 120 jiwa. Kondisi air sudah surut," ujar Sutopo dalam keterangan persnya kepada Liputan6.com, Rabu (4/4) petang.
Menurut Sutopo, kini kebutuhan dasar yang diperlukan para korban banjir di antaranya makanan balita, alat-alat kebersihan, selimut, daster, pakaian dalam wanita, dan seragam sekolah. "Jumlah warga di tiga RT tersebut sebanyak 865 jiwa. Untuk sementara pengungsi ditampung di posko pengungsian dan di masjid."
Sementara di Pondok Labu, lanjut Sutopo, banjir yang menggenangi RT 9, RT 10, RT 12 dan RT 14 sudah surut. Sedangkan di RT 11 masih tergenang sekitar 15 sentimeter. Sutopo juga mengaku, saat ini tinggi air Kali Pesanggrahan juga sudah mulai surut.
"Hal ini terlihat dari meteran pengukur tinggi muka air sungai sudah terlihat. Sebagian warga membersihkan rumah. Dapur umum lapangan Dinas Sosial masih menyiapkan 2.000 nasi bungkus per hari. Aktivitas warga mulai normal," paparnya.(BJK/ANS)
Sutopo menjelaskan, ratusan rumah yang terendam banjir di daerah Cipulir di antaranya, RT 19/RW 03 sebanyak 89 kepala keluarga atau 445 jiwa. Kini kondisi genangan yang mencapai satu meter tersebut masih menggenang dan mengalir deras.
"Untuk RT 17/RW 03 sebanyak 61 KK atau 305 jiwa. Sebagian surut, genangan 50 sampai 80 sentimeter. Di RT 4/RW 12 sebanyak 24 KK atau 120 jiwa. Kondisi air sudah surut," ujar Sutopo dalam keterangan persnya kepada Liputan6.com, Rabu (4/4) petang.
Menurut Sutopo, kini kebutuhan dasar yang diperlukan para korban banjir di antaranya makanan balita, alat-alat kebersihan, selimut, daster, pakaian dalam wanita, dan seragam sekolah. "Jumlah warga di tiga RT tersebut sebanyak 865 jiwa. Untuk sementara pengungsi ditampung di posko pengungsian dan di masjid."
Sementara di Pondok Labu, lanjut Sutopo, banjir yang menggenangi RT 9, RT 10, RT 12 dan RT 14 sudah surut. Sedangkan di RT 11 masih tergenang sekitar 15 sentimeter. Sutopo juga mengaku, saat ini tinggi air Kali Pesanggrahan juga sudah mulai surut.
"Hal ini terlihat dari meteran pengukur tinggi muka air sungai sudah terlihat. Sebagian warga membersihkan rumah. Dapur umum lapangan Dinas Sosial masih menyiapkan 2.000 nasi bungkus per hari. Aktivitas warga mulai normal," paparnya.(BJK/ANS)