Liputan6.com, Sydney: Pendiri WikiLeaks Julian Assange berencana mencalonkan diri menjadi senat Australia. Seperti dilansir dari TG Daily, Senin (19/3), Assange yang memiliki kewarganegaraan Australia memang memiliki hak untuk mendaftar sebagai calon senat.
Kabar pencalonan Assange itu tentu saja membuat heboh dunia politik Australia. Meski tengah dituduh dalam kasus pelecehan seksual, Assange tetap akan maju dalam pencalonannya tersebut.
John Wanna, seorang ilmuwan politik di Universitas Nasional Australia, mengatakan, secara teoritis dapat mencalonkan diri untuk kursi senat, bahkan jika pendiri WikiLeaks pernah tinggal di luar negeri selama beberapa tahun.
Polisi Australia juga menyimpulkan bahwa Assange tidak melanggar hukum yang sebenarnya dengan memosting informasi sensitif. Namun, Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengecam tindakan Assange dalam membocorkan informasi rahasia AS sebagai tidak bertanggung jawab.
"Pencalonan Assange di kursi senat sah-sah saja," ungkap salah seorang polisi.
Sementara itu, Assange baru-baru ini mengatakan kepada majalah Rolling Stone bahwa Pentagon telah menuntut WikiLeaks menghancurkan segala sesuatu yang pernah diterbitkan yang berhubungan dengan pemerintah AS. Menurut Assange, Pentagon berupaya untuk membuat preseden hukum baru yang melarang wartawan meminta sumber untuk membeberkan informasi.(MEL)
Kabar pencalonan Assange itu tentu saja membuat heboh dunia politik Australia. Meski tengah dituduh dalam kasus pelecehan seksual, Assange tetap akan maju dalam pencalonannya tersebut.
John Wanna, seorang ilmuwan politik di Universitas Nasional Australia, mengatakan, secara teoritis dapat mencalonkan diri untuk kursi senat, bahkan jika pendiri WikiLeaks pernah tinggal di luar negeri selama beberapa tahun.
Polisi Australia juga menyimpulkan bahwa Assange tidak melanggar hukum yang sebenarnya dengan memosting informasi sensitif. Namun, Perdana Menteri Australia Julia Gillard mengecam tindakan Assange dalam membocorkan informasi rahasia AS sebagai tidak bertanggung jawab.
"Pencalonan Assange di kursi senat sah-sah saja," ungkap salah seorang polisi.
Sementara itu, Assange baru-baru ini mengatakan kepada majalah Rolling Stone bahwa Pentagon telah menuntut WikiLeaks menghancurkan segala sesuatu yang pernah diterbitkan yang berhubungan dengan pemerintah AS. Menurut Assange, Pentagon berupaya untuk membuat preseden hukum baru yang melarang wartawan meminta sumber untuk membeberkan informasi.(MEL)