Liputan6.com, Surabaya: Sembari membawa tiruan batu nisan, ratusan suporter Persebaya 1927 menggelar unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Surabaya, Jawa Timur atau disebut pula Gedung Grahadi, Rabu (14/3). Demonstrasi kali ini adalah bentuk protes mereka atas kematian lima rekan mereka yang diduga akibat pelemparan batu oleh warga Lamongan. Saat itu mereka dalam perjalanan untuk menyaksikan laga tim kesayangan mereka melawan Persibo Bojonegoro.
Dalam orasi, para bondo nekat alias bonek juga mengecam pernyataan Kepala Kepolisian Resor Lamongan Ajun Komisaris Besar Polisi Marsudiyanto yang menyebut insiden itu sebagai kecelakaan murni.
Para bonek mania, bahkan telah menurunkan tim pencari fakta. Mereka mensinyalir ada unsur kesengajaan terkait kematian lima rekan mereka. Berdasarkan temuan itu, para suporter Persebaya 1927 menuntut polisi mengusut tuntas insiden yang merenggut lima korban jiwa itu. Mereka juga menuntut Polri mencopot Marsudiyanto dari jabatan Kepala Polres Lamongan [baca: Suporter Persebaya yang Tewas Bertambah Jadi Lima].(ANS)
Dalam orasi, para bondo nekat alias bonek juga mengecam pernyataan Kepala Kepolisian Resor Lamongan Ajun Komisaris Besar Polisi Marsudiyanto yang menyebut insiden itu sebagai kecelakaan murni.
Para bonek mania, bahkan telah menurunkan tim pencari fakta. Mereka mensinyalir ada unsur kesengajaan terkait kematian lima rekan mereka. Berdasarkan temuan itu, para suporter Persebaya 1927 menuntut polisi mengusut tuntas insiden yang merenggut lima korban jiwa itu. Mereka juga menuntut Polri mencopot Marsudiyanto dari jabatan Kepala Polres Lamongan [baca: Suporter Persebaya yang Tewas Bertambah Jadi Lima].(ANS)