Liputan6.com, Jakarta - ONE Championship mengakhiri tahun 2018 dengan penuh gaya. Tak kurang dari enam acara spektakuler digelar di beberapa kota terbesar di Asia.
Laga-laga yang terhampar pun seru-seru, sengit. Banyak petarung tumbang lantaran kekalahan KO.
Advertisement
Dalam jajaran mixed martial arts (MMA), para penggemar telah melihat sebanyak total 16 KO di kuartal terakhir ONE Championship tahun ini. Para spesialis pukulan pun berkembang dari bulan Oktober sampai Desember.
Di bawah ini adalah lima penyelesaian KO terbaik yang dihasilkan dari kekuatan pukulan dan tendangan yang dilancarkan oleh para pahlawan di “The Home Of Martial Arts”, ONE Championship.
Kembalinya Anthony Engelen
Anthony “The Archangel” Engelen kembali memasuki pertandingan bela diri internasional dalam ajang ONE: HEART OF THE LION di Singapura, dan menunjukkan bagaimana ia pantas berada diantara jajaran petarung elit dengan tendangan KO ke kepala lawannya dalam waktu hanya 39 detik.
Anthony tampil melawan Meas Meul dan menggunakan kemampuan kickboxing-nya untuk menjatuhkan petarung berusia 28 tahun ini.
Pahlawan asal Indonesia-Belanda ini tampil sangat tajam sejak awal pertandingan – melakukan gerakan feint dan menunggu Meas masuk ke dalam jarak tendangannya. Ketika petarung asal Phnom Penh ini melayangkan tangan kanannya, ia membuka sisi kirinya dan dijatuhkan oleh tendangan atlet Indonesia ini.
Tendangan Anthony mendarat di seberang dagu Meas, sebelum ia terhempas ke kanvas untuk menandai kemenangan KO yang bersejarah.
Kemenangan Menit Terakhir Zebaztian Kadestam
Mantan juara dunia Muay Thai WBC, Zebaztian “The Bandit” Kadestam, akhirnya meraih sabuk ONE Welterweight World Title di pinggangnya pada perhelatan ONE: WARRIOR’S DREAM di Jakarta, Indonesia.
Kira-kira setahun setelah ia pertama kali menantang Ben Askren untuk sabuk tersebut, petarung Swedia ini mengambil kesempatan keduanya. Ia melawan petarung asal Amerika, Tyler McGuire, untuk memperebutkan posisi yang kosong, serta menunjukkan kemajuan dalam kemampuannya bergulat diatas lima ronde untuk menguasai jalannya pertandingan.
Memasuki ronde terakhir, Zabeztian menemukan energi tambahan dalam dirinya untuk menyarangkan pukulan kanan yang menjatuhkan Tyler ke kanvas. Dengan inisiatif yang menakjubkan, ia dengan cepat melanjutkan dengan tendangan lutut ke kepala – yang membuat wasit Olivier Coste menghentikan pertandingan.