Nasib Pilu Sriwijaya FC dan Rahmad Darmawan di Liga 1 2018

Kolaborasi Sriwijaya FC dan Rahmad Darmawan pernah berbuah prestasi.

oleh Ario YosiaDiterbitkan 14 Desember 2018, 09:20 WIB
Pelatih Mitra Kukar, Rahmad Darmawan, melakukan protes kepada wasit saat melawan Persija Jakata pada laga Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Minggu (09/12). Persija Jakarta menang 2-1 atas Mitra Kukar. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Jakarta - Kolaborasi Sriwijaya FC dan Rahmad Darmawan pernah berbuah prestasi di level elite sepak bola Indonesia. Namun, pada Go-Jek Liga 1 2018 bersama Bukalapak, masing-masing pihak merasakan nestapa.

Sriwijaya FC harus menerima kenyataan pahit terdegradasi. Menghuni posisi 16 klasemen akhir Liga 1 2018, Laskar Wong Kito turun kasta bareng PSMS Medan dan Mitra Kukar.

Hal yang tak terbayangkan sebelumnya. Sriwijaya FC tercatat tiga kali jadi kampiun kompetisi elite musim 2007-2008 dan 2012. Klub yang dulunya bernama Persijatim Jakarta Timur sebelum diambil alih Pemprov Sumatra Selatan pada 2004, juga pengoleksi tiga gelar Piala Indonesia edisi: 2007-2008, 2009, dan 2010.

Menyongsong musim 2018, Sriwijaya FC jadi juara Piala Gubernur Kaltim. Tak ada yang membayangkan di kompetisi sebenarnya, tim yang kali terakhir dilatih Angel Alfredo Vera bisa terpuruk.

Sriwijaya FC menatap persaingan musim ini dengan semangat membara menjadi juara. Manajemen Laskar Wong Kito memulangkan pelatih top, Rahmad Darmawan, dari Malaysia guna memuluskan langkah menjadi yang terbaik.

Rahmad, yang sebelumnya melatih T-Team, bergerak cepat dengan mendatangkan seabrek pemain berkelas. Makan Konate (Mali), Alberto Goncalves, Esteban Vizcarra, Hamka Hamzah, Iskandar, Alfin Tuasalamony, deretan bintang kelas satu yang merapat ke Kota Pempek.

Namun, perjalanan Sriwijaya FC mulai tersendat begitu musim Pilkada dimulai. Dodi Alex Noerdin, Presiden Direktur PT Sriwijaya Optimis Mandiri yang menaungi klub, ikut bertarung dalam kontestasi Gubernur Sumsel.

Cerita tak sedap soal telatnya pembayaran gaji pemain dan staf pelatih mulai berembus. Puncaknya, keputusan perginya RD dan gerbong pemain bintang bawaannya.

Walau manajemen Sriwijaya FC menggunakan bahasa diplomatis, bubar jalannya deretan bintang merupakan hasil evaluasi prestasi di pengujung putaran pertama, tetap saja tak bisa menutupi isu liar kondisi keuangan klub porak poranda.

"Saya minta maaf ke suporter Sriwijaya FC karena harus meninggalkan klub di putaran kedua. Ada banyak cerita yang tidak bisa saya buka. Biarlah ini menjadi rahasia saya dengan klub," ujar Hamka Hamzah yang pindah ke Arema FC bareng Makan Konate serta Alfin Tuasalamony.

Lanjut Baca:

Situasi kian diperparah ketika Dodi kalah dalam pilkada. Herman Deru terpilih sebagai Gubernur Sumsel menggantikan ayah Dodi, Alex Noerdin. Seusai kalah, Dodi mundur dari manajemen Sriwijaya FC. "Saya sudah tidak lagi di [Sriwijaya FC](3808167 ""). Semua sudah saya serahkan ke Bapak Muddai Madang (Direktur Utama PT SOM). Tapi, sesuai janji saya, Sriwijaya FC ini akan tetap diperhatikan, saya tetap mengeluarkan dana pribadi untuk kepentingan bonus tim," ujar Dodi, Minggu (11/11/2018). Rahmad Darmawan akhirnya pergi dari tim. Ia digantikan Subangkit.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya