Uji Kir Disebut Sebagai Sarana Suap

Anggota YLKI Tulus Abadi mengatakan selama ini uji kelayakan atau Kir pada angkutan umum sebagai sarana suap atau istilah populernya salam tempel.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Februari 2012, 23:03 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Anggota pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi, mengatakan uji kelayakan atau Kir pada angkutan umum sebagai sarana suap atau istilah populernya salam tempel.

"Selain uji Kir sebagai formalitas atau salam tempel, uji Kir juga masih dijadikan sarana PAD saja, bukan aspek keselamatan yang diutamakan," ujar Tulus dalam diskusi transportasi di Hotel Millenium, Jakarta, Kamis (16/2).

Dari hasil survei YLKI di sepuluh kota, banyak ditemui penyimpangan, termasuk penitipan penyewaan ban. "Jadi masuk (tempat pengujian) ban bagus, keluar ban gundul. Kemudian yang diperiksa hanya buku Kir-nya, bukan kendaraan itu sendiri," jelasnya.

Selain aspek bisnis, terdapat tiga aspek yang menurunkan perfoma angkutan umum. Pertama, aspek sumber daya manusia, yang tidak didukung standar jam kerja dan sistem pengupahan atau setoran. "Kedua aspek infrastruktur di mana jalan dan terminal masih terlihat buruk," ujar Tulus.

Terdapat pula aspek persaingan tidak sehat antaroperator bus. "Misalnya angkutan umum Jakarta-Cirebon, banyak ditemui banting harga. Karena jika tidak, maka akan kalah bersaing."(WIL/ULF)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya