Liputan6.com, Yogyakarta: Satu lagi bukti tak kesiapan panitia penyelenggara menggelar pertandingan sepakbola. Laga lanjutan Indonesia Super League (ISL) antara Persija Jakarta (yang bertindak sebagai tuan rumah) dan Persiwa Wamena yang berlangsung di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Jumat (3/2) sore harus dihentikan ketika pertandingan tinggal tersisa 15 menit dengan kedudukan 0-1 untuk keunggulan tim “Badai Pegunungan Tengah”, julukan Persiwa.
Adalah keputusan wasit Setiyono yang memberikan hadiah tendangan penalti kepada Macan Kemayoran yang memicu laga ini tertunda. Beberapa saat setelah wasit menilai bek Persiwa Yuichi Shibakoya melakukan hand-ball saat berduel dengan Bambang Pamungkas, sejumlah penonton yang diketahui merupakan fans Persiwa masuk ke dalam lapangan dan memburu wasit. Tak pelak wasit Setiyono dan asistennya segera diamankan petugas pertandingan. Para pemain kedua tim pun kembali ke ruang ganti.
Persija pantas mengutuk terbuangnya sejumlah peluang emas yang didapat Bepe dkk di sepanjang pertandingan. Di babak pertama misalnya, tercatat empat peluang bersih Persija gagal membuahkan hasil. Adalah kiper Persiwa Galih Firmansyah yang menjadi bintang timnya usai melakukan sejumlah penyelamatan saat mengantisipasi tembakan Ramdani Lestahu dan free-kick Octavianus. Sementara, tendangan spekulasi Bepe masih melebar dari sasaran.
Setelah ditekan habis di 45 menit pertama, Persiwa mampu mencuri gol ketika babak kedua baru berlangsung empat menit. Berawal dari tendangan sudut yang gagal dihalau dengan sempurna oleh barisan belakang Persija. Bola muntah disundul Yesaya Desnam yang berdiri hanya kurang dari dua meter dari garis gawang. 1-0 untuk Persiwa.
Dalam kondisi tertinggal, Persija kian bernafsu menggempur pertahanan Persiwa. Namun kurang akuratnya penyelesaian akhir, termasuk tendangan Bepe dari luar kotak penalti yang masih melambung di atas mistar gawang, membuat peluang terbuang percuma.
Memasuki menit ke-75, Persija melakukan tekanan di sektor kiri pertahanan Persiwa. Bola yang hendak dicungkil Bepe mengenai tangan Shibakoya. Wasit menunjuk titik putih pertanda hadiah penalti untuk Persija. Para pemain Persiwa protes. Tak dinyana para pendukung pun ikut-ikutan memasuki lapangan pertandingan guna memburu wasit. (MEG)
Adalah keputusan wasit Setiyono yang memberikan hadiah tendangan penalti kepada Macan Kemayoran yang memicu laga ini tertunda. Beberapa saat setelah wasit menilai bek Persiwa Yuichi Shibakoya melakukan hand-ball saat berduel dengan Bambang Pamungkas, sejumlah penonton yang diketahui merupakan fans Persiwa masuk ke dalam lapangan dan memburu wasit. Tak pelak wasit Setiyono dan asistennya segera diamankan petugas pertandingan. Para pemain kedua tim pun kembali ke ruang ganti.
Persija pantas mengutuk terbuangnya sejumlah peluang emas yang didapat Bepe dkk di sepanjang pertandingan. Di babak pertama misalnya, tercatat empat peluang bersih Persija gagal membuahkan hasil. Adalah kiper Persiwa Galih Firmansyah yang menjadi bintang timnya usai melakukan sejumlah penyelamatan saat mengantisipasi tembakan Ramdani Lestahu dan free-kick Octavianus. Sementara, tendangan spekulasi Bepe masih melebar dari sasaran.
Setelah ditekan habis di 45 menit pertama, Persiwa mampu mencuri gol ketika babak kedua baru berlangsung empat menit. Berawal dari tendangan sudut yang gagal dihalau dengan sempurna oleh barisan belakang Persija. Bola muntah disundul Yesaya Desnam yang berdiri hanya kurang dari dua meter dari garis gawang. 1-0 untuk Persiwa.
Dalam kondisi tertinggal, Persija kian bernafsu menggempur pertahanan Persiwa. Namun kurang akuratnya penyelesaian akhir, termasuk tendangan Bepe dari luar kotak penalti yang masih melambung di atas mistar gawang, membuat peluang terbuang percuma.
Memasuki menit ke-75, Persija melakukan tekanan di sektor kiri pertahanan Persiwa. Bola yang hendak dicungkil Bepe mengenai tangan Shibakoya. Wasit menunjuk titik putih pertanda hadiah penalti untuk Persija. Para pemain Persiwa protes. Tak dinyana para pendukung pun ikut-ikutan memasuki lapangan pertandingan guna memburu wasit. (MEG)