Pegadaian Telukbetung Dibanjiri Nasabah

Menjelang pendaftaran siswa baru maupun lama, aktivitas Perum Pegadaian Telukbetung, Lampung, meningkat. Para nasabah memerlukan dana untuk biaya sekolah anak-anak mereka. Sedangkan persediaan dana terbatas.

oleh Liputan6Diterbitkan 09 Juli 2002, 13:55 WIB
Liputan6.com, Lampung: Perusahaan Umum Pegadaian Cabang Telukbetung, Lampung, diserbu masyarakat. Umumnya, mereka hendak menggadaikan barang untuk keperluan sekolah anak-anak mereka. Demikian pemantauan SCTV di Perum Pegadaian Telukbetung, Lampung, hingga Selasa (9/7) siang.

Beberapa pekan terakhir, masyarakat setempat terus mengalir mendatangi Perum Pegadaian tadi. Mereka membawa berbagai macam barang untuk digadaikan. Dari barang elektronik hingga seprai. Namun, yang paling banyak adalah perhiasan. Selain itu, sejumlah mobil dan sepeda motor turut digadaikan pemiliknya.

Sebagian besar nasabah mengaku memerlukan uang untuk kebutuhan pendaftaran siswa baru dan pendaftaran ulang pelajar lama di sekolah. Mereka juga mengaku terpaksa menggadaikan barang lantaran biaya sekolah saat ini cukup tinggi. Sedangkan persediaan dana terbatas.

Menurut Wakil Kepala Perum Pegadaian Teluk Betung Sundari, sebelumnya omzet pegadaian hanya berkisar Rp 80 juta per bulan dengan jumlah barang mencapai sekitar 100 unit. Namun, saat ini, dana segar dari nasabah mencapai Rp 125 juta per bulan dengan jumlah barang sekitar 170 buah. Dia pun membenarkan jumlah nasabah meningkat saat aktivitas sekolah dasar hingga perguruan tinggi mulai membuka pendaftaran siswa baru maupun lama.

Pertengahan bulan silam, aktivitas pegadaian juga meningkat di sejumlah daerah. Di Sumenep, Madura, Jawa Timur, misalnya. Sejumlah petani garam dan tembakau di Pulau Madura mendatangi kantor pegadaian setempat [baca: Pegadaian Sumenep Ramai Menjelang Musim Tanam Tembakau]. Mereka bermaksud mendapatkan pinjaman buat modal, menyusul musim penggarapan lahan garam dan menanam tembakau yang mulai datang Juni 2002. Sebagai penukar, para petani membawa berbagai barang berharga, termasuk emas, kendaraan bermotor, dan barang elektronik.(ANS/Bisri Merduani)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya