Liputan6.com, Jakarta: Setelah kritis selama enam jam di ruang unit gawat darurat Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta, salah satu korban kecelakaan maut di Tugu Tani, Jakarta Pusat, akhirnya meninggal dunia, Ahad (22/1) malam. Menurut keterangan dokter, meninggalnya Mohammad Akbar diakibatkan benturan yang sangat keras di bagian kepala. Keluarga korban yang menunggui Akbar tak kuasa menahan tangis.
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jasad Akbar langsung dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Jalan Tanah Tinggi, Gang 12, Johar Baru, Jakpus. Akbar merupakan korban kesembilan setelah sebelumnya delapan orang lainnya meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara tiga orang lainnya masih menjalani perawatan di ruang IGD RSPAD Gatot Subroto.
Ahad siang, kecelakaan maut terjadi di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakpus. Mobil yang dikemudikan seorang wanita bernama Afriani Susanti menabrak 12 orang yang sedang berjalan kaki di trotoar jalan tersebut. Diduga pengemudi mobil salah menginjak pedal rem dan malah menginjak pedal gas hingga mobil tak terkendali [baca: Kecelakaan di Tugu Tani, Delapan Orang Tewas].(ADO)
Setelah dinyatakan meninggal dunia, jasad Akbar langsung dibawa pihak keluarga untuk disemayamkan di rumah duka di Jalan Tanah Tinggi, Gang 12, Johar Baru, Jakpus. Akbar merupakan korban kesembilan setelah sebelumnya delapan orang lainnya meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara tiga orang lainnya masih menjalani perawatan di ruang IGD RSPAD Gatot Subroto.
Ahad siang, kecelakaan maut terjadi di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakpus. Mobil yang dikemudikan seorang wanita bernama Afriani Susanti menabrak 12 orang yang sedang berjalan kaki di trotoar jalan tersebut. Diduga pengemudi mobil salah menginjak pedal rem dan malah menginjak pedal gas hingga mobil tak terkendali [baca: Kecelakaan di Tugu Tani, Delapan Orang Tewas].(ADO)