Penyelesaian Konflik Poso Mengalami Kendala

Sejumlah masyarakat Poso, Sulawesi Tengah, enggan menerima hasil Kesepakatan Malino. Mereka meneror para pengungsi yang berada di tempat pengungsian. Polda Kalsel mengirim 100 anggota Brimbob untuk mengamankan Poso.

oleh Liputan6Diterbitkan 04 Juli 2002, 07:23 WIB
Liputan6.com, Poso: Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla mengakui bahwa perbaikan kondisi di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, pasca-Kesepakatan Malino baru mencapai dua per tiga dari yang ditargetkan. Hal ini dikarenakan masih ada masyarakat Poso yang belum dapat menerima Kesepakatan Malino. Demikian pernyataan Jusuf Kalla, baru-baru ini, di Poso.

Menurut Jusuf, saat ini masih ada sejumlah pengungsi yang bertahan di tempat pengungsian. Mereka takut kembali ke kampung halaman karena masih ada masyarakat yang meneror. Namun, ada juga sebagian pengungsi yang telah pulang ke daerah asal dan kini hidup berdampingan secara damai [baca: Menko Polkam: Teror di Poso Tak Ditoleransi].

Untuk menyelesaikan masalah pengungsi, pemerintah akan mempercepat pembangunan 7.000 rumah tinggal sementara dengan melibatkan peran serta masyarakat [baca: Pengungsi Poso Ingin Pulang]. Sedangkan untuk menciptakan rasa aman, pemerintah akan meningkatkan langkah pengamanan di Poso.

Berkaitan dengan itu, seratus anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan, yang dipimpin Inspektur Satu Syamsul Huda dan Inspektur Dua Akbar akan diberangkatkan ke Poso, Jumat besok. Kedatangan Brimbo untuk menggantikan tim sebelumnya yang sudah bertugas sejak enam bulan silam. Dengan begitu, personel yang telah menyelesaikan tugasnya dapat kembali ke kesatuan masing-masing.(ULF/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya