Liputan6.com, Jakarta: Pusat Laboratorium Forensik Markas Besar Polri menyatakan sumber ledakan di Graha Cijantung, Jakarta Timur, adalah sejenis mercon besar. Kesimpulan tersebut diperoleh setelah tidak ditemukan detonator atau kabel-kabel yang mengindikasikan bahan bom di lokasi kejadian. Pernyataan itu disampaikan Kepala Puslabfor Mabes Polri Brigadir Jenderal Hamim Suriatmadja kepada SCTV, Selasa (2/7) siang, di Jakarta.
Menurut Hamim, pelaku meletakkan mercon di pelataran parkir dasar gedung Graha Cijantung. Ukuran mercon yang meledak ini hampir sama dengan petasan yang mengguncang halaman depan Diskotik Eksotis, Jakarta Pusat, beberapa waktu silam [baca: baca: Dua Ledakan Mengguncang Jakarta]. Namun belum diketahui kesamaan pelaku dari dua ledakan tersebut.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Makbul Padmanegara mengungkapkan, ledakan berasal dari petasan, bukan bom rakitan. "Ledakan ini low explosive," ujar Kapolda. Sebab, tak ditemukan rangkaian listrik yang biasa digunakan untuk perangkat bom. Selain itu, juga tak tercium bau mesiu. Bahkan, mobil Isuzu Panther bernomor polisi B 7167 FI yang berada hanya beberapa meter dari titik ledakan tak rusak sedikit pun.
Ledakan di lantai dasar Graha Cijantung terjadi Senin sekitar pukul 19.45 WIB. Menurut sejumlah saksi mata, suara ledakan keras terdengar hingga dua kali. Bahkan, sampai terdengar ke Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD yang letaknya tak jauh dari lokasi. Sejumlah pengunjung bioskop juga panik dan berusaha untuk segera keluar dari gedung tersebut [baca: Ledakan Keras di Graha Cijantung].
Ledakan itu mengakibatkan sebuah ruangan di lantai dasar gedung yang berdekatan dengan Supermarket Hero ini berlubang dengan diameter empat meter. Hal ini disebabkan petasan ditaruh di tempat yang tersembunyi, tepatnya di bawah tangga pelataran parkir B2 lantai dasar Graha Cijantung.
Graha Cijantung hingga Selasa pukul 10.30 WIB masih tertutup untuk pengunjung. Sejumlah karyawan toko diperbolehkan masuk dengan pemeriksaan berlapis. Menurut rencana, Tim Puslabfor Mabes Polri kembali memeriksa tempat kejadian untuk meneliti penyebab ledakan. Tempat kejadian perkara masih dibatasi garis polisi dan tertutup bagi semua orang.
Tujuh orang luka-luka akibat ledakan itu. Seorang di antaranya, Suyatna yang mengalami luka bakar serius di punggung dan tangannya, masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jaktim. Enam korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dari RS Umum Daerah Pasar Rebo.
Suryatna hingga kini terkulai lemah di kamar RS. Selang infus masih dipasang di tangannya. Pria berusia 49 tahun ini tidak ingat persis peristiwa itu. Beberapa saat sebelum ledakan, Suryatna dan keluarganya bermaksud merayakan ulang tahun seorang cucunya di Mal Cijantung. Setelah rombongan keluarganya naik ke lantai atas, Suryatna memarkir kendaraannya.
Tak lama kemudian, dia mendengar ledakan sangat keras. Akibat ledakan itu, Suryatna pingsan. Dia baru sadarkan diri saat di RS. Dia berharap pihak kepolisian bisa membantu meringankan biaya perawatannya.(COK/Christianto dan Gatot Budi Santoso)
Menurut Hamim, pelaku meletakkan mercon di pelataran parkir dasar gedung Graha Cijantung. Ukuran mercon yang meledak ini hampir sama dengan petasan yang mengguncang halaman depan Diskotik Eksotis, Jakarta Pusat, beberapa waktu silam [baca: baca: Dua Ledakan Mengguncang Jakarta]. Namun belum diketahui kesamaan pelaku dari dua ledakan tersebut.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Makbul Padmanegara mengungkapkan, ledakan berasal dari petasan, bukan bom rakitan. "Ledakan ini low explosive," ujar Kapolda. Sebab, tak ditemukan rangkaian listrik yang biasa digunakan untuk perangkat bom. Selain itu, juga tak tercium bau mesiu. Bahkan, mobil Isuzu Panther bernomor polisi B 7167 FI yang berada hanya beberapa meter dari titik ledakan tak rusak sedikit pun.
Ledakan di lantai dasar Graha Cijantung terjadi Senin sekitar pukul 19.45 WIB. Menurut sejumlah saksi mata, suara ledakan keras terdengar hingga dua kali. Bahkan, sampai terdengar ke Markas Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD yang letaknya tak jauh dari lokasi. Sejumlah pengunjung bioskop juga panik dan berusaha untuk segera keluar dari gedung tersebut [baca: Ledakan Keras di Graha Cijantung].
Ledakan itu mengakibatkan sebuah ruangan di lantai dasar gedung yang berdekatan dengan Supermarket Hero ini berlubang dengan diameter empat meter. Hal ini disebabkan petasan ditaruh di tempat yang tersembunyi, tepatnya di bawah tangga pelataran parkir B2 lantai dasar Graha Cijantung.
Graha Cijantung hingga Selasa pukul 10.30 WIB masih tertutup untuk pengunjung. Sejumlah karyawan toko diperbolehkan masuk dengan pemeriksaan berlapis. Menurut rencana, Tim Puslabfor Mabes Polri kembali memeriksa tempat kejadian untuk meneliti penyebab ledakan. Tempat kejadian perkara masih dibatasi garis polisi dan tertutup bagi semua orang.
Tujuh orang luka-luka akibat ledakan itu. Seorang di antaranya, Suyatna yang mengalami luka bakar serius di punggung dan tangannya, masih dirawat di Rumah Sakit Harapan Bunda, Jaktim. Enam korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dari RS Umum Daerah Pasar Rebo.
Suryatna hingga kini terkulai lemah di kamar RS. Selang infus masih dipasang di tangannya. Pria berusia 49 tahun ini tidak ingat persis peristiwa itu. Beberapa saat sebelum ledakan, Suryatna dan keluarganya bermaksud merayakan ulang tahun seorang cucunya di Mal Cijantung. Setelah rombongan keluarganya naik ke lantai atas, Suryatna memarkir kendaraannya.
Tak lama kemudian, dia mendengar ledakan sangat keras. Akibat ledakan itu, Suryatna pingsan. Dia baru sadarkan diri saat di RS. Dia berharap pihak kepolisian bisa membantu meringankan biaya perawatannya.(COK/Christianto dan Gatot Budi Santoso)