Liputan6.com, Jakarta: Pengamat migas Kurtubi menilai konversi premium ke bahan bakar gas (BBG) merupakan solusi yang lebih tepat dibanding mengalihkan pengguna premium ke pertamax. "Cara lebih tepat mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) adalah melalui kebijakan pengalihan BBM ke BBG," kata Kurtubi, Rabu (4/1).
Seperti diketahui, pembatasan premium ini, rencananya akan berlaku April mendatang. Bagi yang tak ingin beralih ke pertamax ada pilihan lain, yaitu dengan mengubah jenis bahan bakar kendaraan ke bahan bakar gas dengan menggunakan konverter seharga Rp 15 juta. Pemerintah siap memberikan subsidi 50 persen bagi siapa saja yang akan beralih ke gas. Sementara untuk kendaraan umum konverter bisa diperoleh gratis.
Untuk BBG, Pertamina mengusulkan harga Rp 4.100 per liter. Tahap awal pemerintah akan mengimpor 250 ribu alat pemindah bahan bakar gas ke kendaraan. Selain itu, stasiun pengisian bahan bakar gas akan dibangun. Nantinya ada banyak jenis gas yang akan dijual. Termasuk gas yang sudah dikompres.(IAN)
Seperti diketahui, pembatasan premium ini, rencananya akan berlaku April mendatang. Bagi yang tak ingin beralih ke pertamax ada pilihan lain, yaitu dengan mengubah jenis bahan bakar kendaraan ke bahan bakar gas dengan menggunakan konverter seharga Rp 15 juta. Pemerintah siap memberikan subsidi 50 persen bagi siapa saja yang akan beralih ke gas. Sementara untuk kendaraan umum konverter bisa diperoleh gratis.
Untuk BBG, Pertamina mengusulkan harga Rp 4.100 per liter. Tahap awal pemerintah akan mengimpor 250 ribu alat pemindah bahan bakar gas ke kendaraan. Selain itu, stasiun pengisian bahan bakar gas akan dibangun. Nantinya ada banyak jenis gas yang akan dijual. Termasuk gas yang sudah dikompres.(IAN)