Liputan6.com, Jakarta - Eli Cohen telah lama wafat, tapi pesan 'mata-mata Israel' itu menggemparkan sepak bola Indonesia. Informasi rahasia yang bocor ke sejumlah awak media mengembuskan dugaan suap di skuat Timnas Indonesia saat bertanding di babak final Piala AFF 2010.
Setelah Piala Asia 2007, euforia timnas Indonesia bangkit lagi 3 tahun kemudian. Stadion yang sempat lengang lambat laun membludak saat Piala AFF 2010. Permainan gemilang tim besutan Alfred Riedl menjadi magnet bagi masyarkat untuk kembali ke tepi lapangan.
Advertisement
Namun di tahun yang sama, kepercayaan kepada PSSI era kepengurusan Nurdin Halid juga semakin memburuk. Prestasi yang minim dan pengelolaan kompetisi penuh kontroversi membuat masyarakat mulai muak dengan kepengurusan pria asal Sulawesi Selatan itu. '
Berbagai tudingan dialamatkan kepada PSSI saat itu. Mulai dari politisasi sepak bola hingga dugaan korupsi. Akibatnya, desakan untuk melengserkan pria yang sudah berkuasa selama dua periode sejak 2003 itu semakin besar. Berbagai gerakan dilancarkan. Mulai dari konsolidasi pemilik suara hingga gerakan spontanitas para suporter menggunakan spanduk di laga timnas.
Kini satu-satunya harapan PSSI adalah Piala AFF 2010. Gelar juara dari turnamen paling bergengsi antarnegara se-Asia Tenggara ini setidaknya bisa memulihkan nama baik PSSI.
Tak Terkalahkan
Pada Piala AFF 2010, Indonesia tidak terkalahkan sepanjang penyisihan grup. Malaysia jadi tumbal pertama timnas. Di laga pembuka, Christian Gonzales dan kawan-kawan menang 5-1 atas Harimau Malaya--julukan Timnas Malaysia. Selanjutnya, tim Merah Putih pun menggilas Laos 6-0. Sedangkan di laga terakhir, Timnas menang 2-1 atas timnas Thailand.
Memasuki semifinal Stadion Utama Gelora Bung Karno bertambah sesak. Apalagi dua laga melawan Filipina berlangsung di Tanah Air. The Azkals terpaksa mengungsi karena tidak memiliki stadion yang representatif. GBK penuh selama Timnas Indonesia bertemu Filipina.
Leg pertama dihadiri 70 penonton ribu dan leg kedua meningkat jadi 88 ribu penonton. Timnas Indonesia berhasil memenangkan dua leg dengan skor sama, 1-0. Pencetak golnya juga sama, yakni Christian 'El Loco' Gonzales--pemain naturalisasi pertama Indonesia.