Liputan6.com, Banjarmasin: Pulau Kalimantan akan mempunyai sarana dan prasarana perkeretaapian atau Trans Borneo Railway. Dengan begitu, perkembangan ekonomi di wilayah Borneo itu bisa meningkat cepat dan bisa menyusul Pulau Jawa serta Sumatra. Demikian diungkapkan Menteri Perhubungan Agum Gumelar dalam seminar nasional bertema "Urgensi Pembangunan Perkeretaapian Kalimantan" di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, baru-baru ini. Hadir pada kesempatan itu, Gubernur Syahriel Darham beserta tiga kepala daerah tingkat I se-Kalsel dan tiga gubernur provinsi lainnya di Kalimantan.
Menurut Agum, kondisi Pulau Kalimantan yang berpotensi ekonomi besar dengan kekayaan alam melimpah sangat membutuhkan jasa transportasi yang mendukung. Nah, Agum menilai kereta api bisa menjawab itu semua. Selain dapat mengangkut massal, kereta juga dapat menghubungkan satu kota dengan kota lainnya dengan waktu relatif cepat.
Terlebih lagi, rencana ini juga sejalan dengan kebijakan Departemen Perhubungan dalam mendukung pelaksanaan Otonomi Daerah serta animo pengembangan perkeretaapian di luar Pulau Jawa. Pada kesempatan itu, Menhub juga menepis anggapan yang mengatakan bahwa pembangunan sarana dan prasarana perkeretaapian di Kalimantan akan sulit direalisasikan mengingat komposisi tanah di Kalimantan sangat labil.(SID/Emir Faisal)
Menurut Agum, kondisi Pulau Kalimantan yang berpotensi ekonomi besar dengan kekayaan alam melimpah sangat membutuhkan jasa transportasi yang mendukung. Nah, Agum menilai kereta api bisa menjawab itu semua. Selain dapat mengangkut massal, kereta juga dapat menghubungkan satu kota dengan kota lainnya dengan waktu relatif cepat.
Terlebih lagi, rencana ini juga sejalan dengan kebijakan Departemen Perhubungan dalam mendukung pelaksanaan Otonomi Daerah serta animo pengembangan perkeretaapian di luar Pulau Jawa. Pada kesempatan itu, Menhub juga menepis anggapan yang mengatakan bahwa pembangunan sarana dan prasarana perkeretaapian di Kalimantan akan sulit direalisasikan mengingat komposisi tanah di Kalimantan sangat labil.(SID/Emir Faisal)