Timses Jokowi Tidak Takut Prabowo Pakai Strategi Lama di Pilpres 2019

Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, M Romahurmuziy pernah berada di kubu Prabowo Subianto pada Pilpres 2014.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 28 Oktober 2018, 19:07 WIB
Ketua Umum DPP PPP Romahurmuziy (kedua kiri) bersama Wakil Ketua Umum PPP Muhammad Mardiono (kiri) saat menghadiri pembukaan Rapimnas II PPP versi muktamar Surabaya di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur, Selasa (23/5). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, M Romahurmuziy mengaku punya strategi khusus untuk melawan hoaks yang digulirkan kubu Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019. Dia mengaku sudah hapal betul cara-cara yang bakal diluncurkan.

Terlebih, Ketum PPP tersebut pernah berada di kubu Prabowo Subianto pada 2014. PPP merupakan salah satu partai pengusung Prabowo-Hatta pada saat itu.

"Apa-apa yang mereka lakukan saya sudah hapal dan itu akan menjadi bagian solusi tim kampanye nasional," ujar pria yang akrab disapa Romi di sela Rakernas TKN Jokowi-Ma'ruf di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018).

Dia pernah menyebut, tabloid Obor Rakyat sengaja diciptakan untuk menyerang Jokowi. Dia menyebut tabloid itu disebarkan ke masjid dan pesantren untuk membuat citra Jokowi sebagai komunis atau anggota PKI.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Konsultan Asing?

Pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto (kiri) dan Sandiaga Uno (kanan) memberikan pidato usai mengambil nomor urut peserta Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (21/9). Pasangan Prabowo-Sandi mendapatkan nomor urut 02. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Terpisah, Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf Abdul Kadir Karding mengklaim dapat informasi kubu Prabowo-Sandi bakal memakai cara sama di Pilpres 2019. Menurutnya, tim pemenangan Prabowo masih memakai konsultan asing seperti 2014 lalu.

Dia menambahkan, kubu Prabowo memakai cara Donald Trump memenangkan Pemilu AS 2016. Seperti membuat kebohongan, menuduh pemerintah gagal, dan merepetisinya supaya merusak pemikiran masyarakat.

"Ini akan diulang lagi karena mereka pakai konsultan asing dan cara-cara yang dipakai pemenangan ala Trump," kata Politikus PKB itu.

 

Reporter: Ahda Bayhaqi

Rekomendasi

POPULER

    Berita Terbaru

      Berita Terkini Selengkapnya