Kolom: Kala Sepak Bola Dirugikan Oleh Aktornya Sendiri

Persib merasakan pengalaman pahit ketika hukuman Komdis diterima saat tim berada dalam performa bagus.

oleh Erwin FitriansyahDiterbitkan 03 Oktober 2018, 16:14 WIB
Kolom Olah Bolacom, Ilustrasi Hukuman Persib Bandung (Bola.com/Adreanus Titus)

Jakarta Sepanjang sejarah Liga Indonesia digelar sejak musim kompetisi 1994, setelah kompetisi Galatama dan Divisi Utama Perserikatan digabung, Persib memiliki tiga tim terbaik di era yang berbeda. Setidaknya itu menurut penilaian saya. Anda boleh setuju, boleh tidak.

Tim pertama adalah Persib saat menjuarai Liga Indonesia edisi pertama 1994-1995. Kala itu Persib dilatih Indra Thohir dan bermaterikan pemain legendaris macam Robby Darwis, Adeng Hudaya, Yusuf Bachtiar, serta Sutiono Lamso.

Tim terbaik berikutnya adalah Persib ketika menjadi kampiun Piala Presiden. Tim Maung dilatih Djadjang Nurdjaman yang punya amunisi mentereng seperti Makan Konate, Achmad Jufriyanto, Vladimir Vujovic, Firman Utina, Zulham Zamrun hingga Ilija Spasojevic.

Terakhir, tim terbaik Persib adalah tim yang tampil di kompetisi Liga 1 2018. Tim Maung saat ini ditangani Mario Gomez. Pelatih asing asal Argentina itu membuat Persib menjadi tim tangguh dengan komposisi pemain lokal yang matang dan pemain asing. Gomez juga berani menurunkan pemain muda.

Racikan Gomes membuat Persib kini bertengger di pucuk klasemen Liga 1 2018. Persib mengoleksi 44 poin, berselisih enam PSM yang mengumpulkan 38 poin setelah sama-sama menjalani 23 laga. Jika tak ada kasus pengeroyokan suporter Persija, Haringga Sirla, hingga tewas oleh oknum bobotoh di Stadion GBLA jelang laga Persib vs Persija, jalan Persib untuk merengkuh gelar kompetisi terbuka lebar.


Peluang Juara Menguap

Namun kasus meninggalnya Haringga, yang merupakan korban jiwa ketujuh di laga Persib vs Persija era Liga Indonesia, membuat jalan Persib merengkuh gelar amat terjal. Hukuman Komdis PSSI terhadap tim Persib, pemain, panpel, hingga suporter adalah penyebabnya.

Komdis menghukum Persib berupa laga kandang di Kalimantan tanpa penonton hingga akhir musim kompetisi Liga 1. Padahal Persib masih punya enam laga home dari sisa 11 pertandingan di Liga 1 2018. Selain itu, Persib diganjar dengan pertandingan kandang tanpa penonton di Bandung hingga setengah musim kompetisi 2019.

Dari sisi pemain, tiga legiun asing Persib dilarang main di beberapa laga. Mereka adalah Jonatan Bauman (skorsing 2 pertandingan), Bojan Malisic (4), dan Ezechiel Ndouasel (5). Tanpa mereka, kekuatan Persib jelas banyak tereduksi.

Lanjut Baca:

Hukuman tersebut baru sebagian, karena masih ada skorsing buat asisten pelatih Fernando Soler, panitia pelaksana pertandingan, dan denda uang ratusan juta rupiah. Sederet hukuman dari Komdis itu adalah salah satu yang paling berat sepanjang sejarah Liga Indonesia buat satu tim. Pahit, merugikan, dan berat buat tim Persib dan suporter pendukungnya? Pasti. Hukuman berat tersebut tentu diharapkan menimbulkan efek jera buat pihak yang terkait. Namun apakah hukuman berat itu efektif dan menjamin tak akan ada lagi kasus serupa? Belum tentu.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya