HEADLINE: Badminton Putra Gemilang di Asian Games 2018, Modal Kuat untuk Olimpiade 2020?

Tim badminton putra Indonesia meraih dua emas di Asian Games 2018.

oleh Edu KrisnadefaDiterbitkan 29 Agustus 2018, 04:40 WIB
Pemain badminton Indonesia, Jonatan Christie menyumbang emas tunggal putra di Asian Games 2018. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Liputan6.com, Jakarta - Jonatan Christie kini memiliki gaya khas dalam merayakan kemenangannya. Pemain bulu tangkis putra andalan Indonesia itu kerap membuka baju sebagai wujud selebrasinya. Setidaknya, itu dia lakukan di dua laga terakhir saat menyumbang emas untuk Indonesia di tunggal putra Asian Games 2018.

Pertama dia lakukan usai mematikan langkah ke final, setelah mengalahkan Kenta Nishimoto. Yang kedua, tentu saja usai menghajar Chou Tien Chen, 21-18, 20-2, 21-15 dan memastikan medali emas tunggal putra Asian Games 2018 untuk Indonesia, Selasa (28/8/2018).

Karuan saja aksi Jojo, panggilannya, membuat suporter makin histeris. Mereka terus mengelu-elukan nama Jonatan. "..Jojo...Jojo..Jojo..," begitu mereka berteriak.

Jonatan sendiri mengaku tak punya maksud khusus melakukan itu. Semua itu dia lakukan spontan sebagai bentuk kegembiraannya usai memenangkan pertandingan.

Yang jelas, sukses Jonatan meraih emas tunggal putra telah kembali membuka mata kita bahwa Indonsia masih punya kekuatan di sektor ini. Ini juga bisa diartikan sebagai kebangkitan bulu tangkis putra Indonesia.

Apalagi, sukses juga tak hanya dipertontonkan Jonatan. Di sektor ganda putra Asian Games 2018 bahkan terjadi All Indonesian Final antara Kevin Sanjaya/Marcus Gideon melawan Fajar Alfian/Mohamad Rian Ardianto, yang akhirnya dimenangkan Kevin/Marcus.

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini

 

Infografis Jatuh Bangun Badminton Indonesia di Asian Games. (Liputan6.com/Triyasni)

Maklum, belakangan prestasi bulu tangkis putra Indonesia seperti melempem. Padahal, negara-negara rival, seperti Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, bahkan Thailand, terus berkembang.

Kegagalan Indonesia di Piala Thomas 2018 jadi buktinya. Terakhir, pemain-pemain Indonesia juga tak mampu bicara banyak di Kejuaan Dunia Bulu tangkis 2018. Termasuk Jonatan yang sudah harus tersingkir di 32 besar.

Namun, emas yang disumbang Jonatan, plus munculnya all Indonesian Final di ganda putra Asian Games 2018 telah memberi harapan baru bulu tangkis Indonesia di sektor putra.

"Pada Asian Games 2018 saya melihat semua sektor sudah cukup baik. Mereka menampilkan permainan terbaik. Untuk tunggal putra, prestasi ini menjadi kejutan karena hampir terjadi All Indonesian Final," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti.

Lanjut Baca:

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya