MotoGP: Marquez Bikin Yamaha Paceklik Kemenangan

Kehebatan Marquez di lintasan MotoGP begitu sulit dikalahkan Yamaha.

oleh Ahmad Fawwaz UsmanDiterbitkan 20 Juli 2018, 14:15 WIB
Gaya pembalap Repsol Honda, Marc Marquez usai meraih kemenangan pada MotoGP Jerman 2018. (Twitter/Repsol Honda)

Liputan6.com, Jakarta - MotoGP 2018 jadi momen yang sulit bagi para pembalap Yamaha. Hingga balapan paruh pertama berakhir, belum ada satupun podium juara yang didapat pembalap Yamaha. Itu juga berlaku untuk Valentino Rossi dan Maverick Vinales.

Ya, para pembalap Yamaha di MotoGP tengah dalam momen yang mengenaskan. Bagaimana tidak, mereka sudah melewati satu tahun tanpa meraih kemenangan. Tercatat, podium juara terakhir Yamaha dipersembahkan Rossi pada MotoGP Belanda 2017 di Sirkuit Assen.

Sejak itu, pencapaian terbaik para pembalap Yamaha hanya meraih podium kedua. Bahkan, situasi buruk itu berlanjut hingga musim ini di mana podium juara jadi barang mahal untuk para pembalap tim Garpu Tala.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi keterpurukan Yamaha di MotoGP. Selain masalah ban dan elektronik, mereka juga kesulitan mengalahkan Marc Marquez, pembalap Repsol Honda, yang tampil dominan hampir di semua seri. Pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco pun mengakui faktor kehebatan Marquez.

"Mengapa Yamaha tidak menang? Salah satu penjelasannya adalah Marquez. Saat ini ia adalah pembalap terkuat yang telah memenangkan banyak balapan. Ini adalah faktor yang mencegah kemenangan Yamaha," ujar Zarco, dikutip Speedweek.

 


Tetap Tenang

Pembalap Yamaha Tech 3, Johann Zarco beraksi pada MotoGP Jerman 2018 di Sirkuit Sachsenring. (Twitter/Tech3Racing)

Zarco sendiri jadi salah satu pembalap Yamaha yang mengalami keterpurukan di musim ini. Padahal, di musim lalu ia dinobatkan sebagai Rookie of the Year setelah finis di urutan keenam klasemen berkat raihan tiga podium.

Namun, sampai saat ini pembalap asal Prancis itu bisa bertahan di urutan kelima klasemen. Itu karena rapor Zarco masih terbilang konsisten. Dari sembilan balapan, ia sudah mengumpulkan dua podium kedua. Lima balapan lain juga dimaksimalkan dengan finis di 10 besar.

"Sulit bagi saya untuk menjelaskan. Namun, berkat pengalaman saya, saya bisa mengatakan bahwa setiap musim penuh dengan suka dan duka. Sekarang saya dalam momen kelabu. Dibandingkan musim lalu, bagaimanapun, saya senang jadi lebih lebih baik dalam mengelola saat-saat sulit ini dan meski memiliki kampanye yang sulit, saya masih ada di posisi kelima," beber Zarco.

Lanjut Baca:

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya