Jakarta - Serbia bersua Swiss pada laga lanjutan Grup E Piala Dunia 2018, di Kaliningrad Stadium Kaliningrad, Jumat (22/6/2018) atau Sabtu (23/6/2018) dini hari WIB. Bagi Serbia, pertarungan ini menjadi pintu bagi mereka mencetak rekor di pentas Piala Dunia.
Serbia memiliki kesempatan memastikan diri melangkah ke fase knock-out. Syaratnya, mereka harus menaklukkan Swiss. Jika terealisasi, Serbia berhasil menciptakan rekor.
Advertisement
Kemungkinan menuai rekor bisa terpenuhi setelah Serbia menaklukkan Kosta Rika dengan skor 1-0, pada laga pembuka Grup E. Andai menang atas Swis, poin Serbia menjadi enam, dan sudah berstatus partisipan di fase perdelapan final alias Babak 16 Besar.
Bagi Serbia, melaju ke Babak 16 Besar menjadi sejarah. Hal itu berlatar kali pertama bagi Serbia lolos dari fase grup. Sebelumnya, Serbia hanya sanggup berjibaku di level grup pada Piala Dunia 2010. Mereka gagal melaju karena hanya mengoleksi 3 angka dari sekali menang dan dua kekalahan.
Jika terwujud, Serbia akan menikmati langkah hebat mereka untuk kali pertama sejak berstatus negara merdeka. Selain modal kemenangan atas Kosta Rika, senjata Serbia adalah perjumpaan mereka.
Serbia hanya dua kali kalah dari 13 pertemuan kontra Swiss. Tak heran jika kondisi tersebut membuat armada Mladen Krstajic memiliki motivasi tinggi. Sang pencetak gol kemenangan kontra Kosta Rika, Aleksandar Kolarov, yakin Serbia sanggup mengoleksi kemenangan ke-3 sepanjang sejarah keikutsertaan mereka di panggung Piala Dunia.
"Semua ada di depan mata, dan seluruh fans berharap kami bisa melangkah sejauh mungkin. Kini strata pertama adalah lolos dari fase grup. Setelah itu, barulah kami memikirkan banyak hal, termasuk mengubah strategi," beber Aleksandar Kolarov.
Jaga Ritme
Pelatih Serbia, Mladen Krstajic berharap anak asuhnya bisa menjaga ritme permainan. "Minimal kami bisa tampil seperti pada laga pembuka. Artinya, kami harus bermain lebih bagus lagi jika ingin disebut pantas berada di babak berikutnya," katanya.
Secara strategi, Swiss layak waspada dengan kekuatan variatif Serbia. Satu di antaranya ada di sektor sayap. Beberapa kalangan media di Serbia menyebut, kualitas di area tersebut bakal lebih mengilap jika bukan Adem Ljajic di sana.