Liputan6.com, Teluk Wondama: Warga Distrik Wondiboy, Teluk Wondama, Papua Barat, yang menjadi korban banjir setahun silam, masih hidup dalam keprihatinan. Hingga kini, Senin (3/10), masih ada lebih dari 1.400 jiwa terpaksa hidup di 30 barak pengungsian.
Para penghuni barak tak lagi menerima bantuan pemerintah pusat seperti yang dijanjikan. Mereka harus bekerja keras untuk bisa bertahan hidup. Sebagian bertani, namun ada juga yang menjadi nelayan.
Sedangkan mereka yang tak memiliki lahan atau alat menangkap ikan, terpaksa tinggal di rumah. Mereka bertahan dengan kondisi apa adanya. Warga berharap pemerintah pusat segera memberikan jatah hidup dan modal usaha seperti yang pernah dijanjikan.(ULF)
Para penghuni barak tak lagi menerima bantuan pemerintah pusat seperti yang dijanjikan. Mereka harus bekerja keras untuk bisa bertahan hidup. Sebagian bertani, namun ada juga yang menjadi nelayan.
Sedangkan mereka yang tak memiliki lahan atau alat menangkap ikan, terpaksa tinggal di rumah. Mereka bertahan dengan kondisi apa adanya. Warga berharap pemerintah pusat segera memberikan jatah hidup dan modal usaha seperti yang pernah dijanjikan.(ULF)