FOTO: Mengintip Produksi Alquran Braille untuk Penyandang Tunanetra

Yayasan yang berdiri sejak tahun 1983 ini memproduksi Al Quran Braille sebanyak 60 buku setiap harinya. Satu set Al Quran Braille terjemahan berharga Rp.1.800.000 sedangkan tanpa terjemahan seharga Rp.1.100.000.

oleh Johan Fatzry diperbarui 24 Mei 2018, 18:30 WIB
Mengintip Produksi Al Quran Braille untuk Penyandang Tunanetra
Yayasan yang berdiri sejak tahun 1983 ini memproduksi Al Quran Braille sebanyak 60 buku setiap harinya. Satu set Al Quran Braille terjemahan berharga Rp.1.800.000 sedangkan tanpa terjemahan seharga Rp.1.100.000.
Santri penyandang tunanetra membaca Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Kamis (24/5). Yayasan yang berdiri sejak tahun 1983 ini memproduksi Al Quran Braille sebanyak 60 buku setiap harinya. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Pekerja menyelesaikan percetakan Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Kamis (24/5). Satu set Al Quran Braille terjemahan berharga Rp.1.800.000 sedangkan tanpa terjemahan seharga Rp.1.100.000. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Pekerja menyelesaikan percetakan Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Kamis (24/5). Al Quran ini memiliki tiga varian yakni dengan terjemahan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan tanpa terjemahan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Hasil cetakan Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Kamis (24/5). Yayasan yang berdiri sejak tahun 1983 ini memproduksi Al Quran Braille sebanyak 60 buku setiap harinya. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Santri penyandang tunanetra berdiri di pintu percetakan Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangsel, Kamis (24/5). Satu set Al Quran Braille terjemahan berharga Rp.1.800.000 sedangkan tanpa terjemahan Rp.1.100.000. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Pekerja sedang menjilid Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Kamis (24/5). Al Quran ini memiliki tiga varian yakni dengan terjemahan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan tanpa terjemahan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Pekerja sedang menjilid Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Kamis (24/5). Yayasan yang berdiri sejak tahun 1983 ini memproduksi Al Quran Braille sebanyak 60 buku setiap harinya. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Tumpukan sisa kertas hasil cetak Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Kamis (24/5). Satu set Al Quran Braille terjemahan berharga Rp.1.800.000 sedangkan tanpa terjemahan seharga Rp.1.100.000. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Al Quran Braille tersimpan rapi di lemari Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Kamis (24/5). Al Quran ini memiliki tiga varian yakni dengan terjemahan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan tanpa terjemahan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Al Quran Braille tersimpan rapi di lemari Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Kamis (24/5). Yayasan yang berdiri sejak tahun 1983 ini memproduksi Al Quran Braille sebanyak 60 buku setiap harinya. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Dua santri penyandang tunanetra membaca Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangsel, Kamis (24/5). Satu set Al Quran Braille terjemahan berharga Rp.1.800.000 sedangkan tanpa terjemahan seharga Rp.1.100.000. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Santri penyandang tunanetra membaca Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangsel, Kamis (24/5). Al Quran ini memiliki tiga varian yakni dengan terjemahan Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan tanpa terjemahan. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Dua santri penyandang tunanetra membaca Al Quran Braille di Yayasan Raudlatul Makfufin, Tangerang Selatan, Kamis (24/5). Yayasan yang berdiri sejak tahun 1983 ini memproduksi Al Quran Braille sebanyak 60 buku setiap harinya. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya