Dongeng Pahit Arsene Wenger di Arsenal

Arsene Wenger gagal meraih gelar pada musim terakhirnya bersama Arsenal.

oleh Harley IkhsanDiterbitkan 11 Mei 2018, 08:00 WIB
Cover Arsene Wenger (Bola.com/Adreanus Titus)

Liputan6.com, Jakarta - Lautan manusia pendukung Arsenal berdiri bertepuk tangan di tribun Stadion Emirates, Minggu (6/5/2018). Mengenakan kaus merah bertuliskan 'Merci Arsene', mereka menyambut kedatangan figur spesial yang hendak mengucapkan selamat tinggal.

Di pinggir lapangan, pemain Arsenal dan Burnley berbaris melakukan serupa. Sampai sosok yang dinanti tiba.

Arsene Wenger memimpin The Gunners laga kandang pamungkas Liga Inggris musim ini. Selebrasi itu terasa layak bagi seseorang yang mendedikasikan hampir 22 tahun dalam hidupnya untuk klub.

Suporter pun bersatu, setelah pada beberapa tahun belakangan terbelah mengenai keberadaan Le Professeur, memberikan penghormatan terakhir.

Arsenal menandai momen tersebut dengan kemenangan 5-0. Pierre-Emerick Aubameyang, pembelian teranyar dan termahal Wenger, menjadi bintang dengan dua kali merobek gawang tim tamu. Sementara Alexandre Lacazette, Sead Kolasinac, dan Alex Iwobi masing-masing mencetak satu gol.

Seluruh gol tercipta menggunakan cara Arsenal, yakni gaya bermain atraktif yang diterapkan Wenger sejak tiba di London Utara pada 22 September 1996 dari klubJepang, Nagoya Grampus Eight. "Ini hari sedih. Semua cerita harus selesai. Saya beruntung bisa bertahan selama ini di klub sebesar Arsenal," kata Wenger, dilansir Guardian.


Terasa Hambar

Arsene Wenger memegang trofi hadiah perpisahan di Emirates Stadium, London, (6/5/2018). Arsene Wegner mengumumkan mundur sebagai pelatih setelah 22 tahun bersama Arsenal. (AP/Matt Dunham)

Toh nada hambar tetap terdengar di balik selebrasi tersebut. Thierry Henry, bintang utama dalam tim emas Arsenal era Wenger, tidak terlihat. Kini berprofesi sebagai Sky Sports, Henry memilih mendatangi Stadion Etihad untuk laga Manchester City melawan Huddersfield Town.

Beberapa hari sebelumnya, harapan Wenger menutup petualangan di Arsenal ibarat dongeng juga tidak jadi terwujud. Dia harus menerima kenyataan pahit gagal mempersembahkan gelar sebagai kado perpisahan.

Asa memenangkan Liga Europa, trofi pertamanya bagi The Gunners di pentas internasional, kandas setelah The Gunners dibekuk Atletico Madrid 0-1 pada leg kedua semifinal Liga di Wanda Metropolitano, Kamis (3/5/2018) atau Jumat (4/5/2018) WIB. Hasil itu membuat The Gunners kalah agregat 1-2.

Arsenal sebelumnya dipastikan gagal mempertahankan Piala FA karena dibekuk Nottingham Forest 2-4 pada babak ketiga. Usai berjuang keras menembus final Piala Liga Inggris, Mesut Ozil dan kawan-kawan kemudian menyerah 0-3 di hadapan Manchester City.

Lanjut Baca:

Sedangkan kampanye di Liga Inggris sangat mengecewakan. Arsenal tidak mampu bersaing dan tertinggal 34 poin di belakang sang juara Manchester City. Terlempar dari empat besar, mereka dipastikan kembali tidak mengikuti Liga Champions. Padahal, Arsenal memiliki rekor partisipasi Liga Champions terpanjang di antara klub Inggris dengan ambil bagian 19 musim berturut-turut.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya