Barcelona Mengikis Real Madrid di Liga Spanyol

Barcelona terus mengejar perolehan trofi Real Madrid di Liga Spanyol.

oleh Defri SaefullahDiterbitkan 30 April 2018, 17:15 WIB
Para pemain Barcelona merayakan gelar juara La Liga 2017- 2018 setelah mengalahakan Deportivo La Coruna di Stadion Riazor, Senin (30/4/2018). Barcelona menang 4-2 atas Deportivo La Coruna. (AP/Lalo R. Villar)

Liputan6.com, Barcelona - Sepuluh tahun lalu, Barcelona baru mendapatkan 18 gelar trofi juara Liga Spanyol. Musim 2008/2009, Josep Guardiola memulai kebangkitan Barcelona yang prestasinya sempat naik turun.

Guardiola membuat gebrakan. Dia melambungkan pemain-pemain muda La Masia, seperti Gerard Pique, Andres Iniesta, Xavi Hernandez, Lionel Messi, dan Pedro Rodriguez.

Nama-nama tersebut menandai hegemoni Barcelona di Liga Spanyol. Pada musim pertamanya, Guardiola langsung merebut enam gelar sekaligus, yaitu La Liga, Piala Raja, Piala Super Spanyol, Liga Champions, Piala Super Eropa, dan Piala Dunia Antarklub.

Guardiola memasang fondasi yang kokoh tapi sekaligus ketergantungan. Selama empat musim bersama Guardiola, Barcelona bergelimang prestasi. Barcelona juga membuat rival terberat, Real Madrid, sewot.

Bagaimana tidak, meski memboyong banyak pemain mahal, Real Madrid kerap nihil gelar. Ini tentu menjadi aib bagi klub sebesar Real Madrid yang kerap mendominasi di sepak bola Spanyol maupun dunia.

Sebelum era Guardiola, Barcelona harus akui dominasi Real Madrid. Sepuluh tahun lalu, Real Madrid sudah mengoleksi 31 trofi juara Liga Spanyol, sedangkan Barcelona baru 18 kali.

Namun, setelah itu, Barcelona sukses merebut gelar 7 kali dalam 10 tahun. Sementara Real Madrid hanya menambah dua kali gelar Liga Spanyol, yaitu pada 2011/2012 dan 2016/2017.

"Buat saya, La Liga itu kompetisi paling sulit. Itu karena di Piala Raja dan kompetisi yang menganut sistem knock out lainnya, satu kali main Anda langsung keluar. Di kompetisi ini, Anda harus punya konsistensi," kata pelatih Barcelona, Ernesto Valverde, seperti dikutip Marca.

 

 


25 Trofi Spesial

Kapten Barcelona, Andres Iniesta, merayakan gelar juara La Liga 2017- 2018 setelah mengalahakan Deportivo La Coruna di Stadion Riazor, Senin (30/4/2018). Barcelona menang 4-2 atas Deportivo La Coruna. (AP/Lalo R. Villar)

Trofi juara Liga Spanyol yang ke-25 terasa spesial bagi Barcelona. Ini artinya, Barcelona hanya terpaut delapan gelar lagi dari Real Madrid di Liga Spanyol.

Hegemoni Barcelona dalam satu dekade terakhir tak pelak dipengaruhi oleh generasi emas La Masia. Gerard Pique, Sergio Busquets, Jordi Alba, dan Lionel Messi generasi emas La Masia yang memengaruhi prestasi Barcelona di satu dekade ini.

Meskipun bergonta-ganti pelatih, generasi emas La Masia memengaruhi alur persaingan juara di Liga Spanyol antara Real Madrid dan Barcelona. Yang paling berpengaruh tentu saja Lionel Messi.

Lanjut Baca:

La Pulga merupakan roh sekaligus boleh disebut penentu kesuksesan Barcelona pada satu dekade terakhir. Bersama Barcelona, Messi sudah mencetak 550 gol atau 381 di antaranya dicetaknya di Liga Spanyol. Dengan dua gelar musim ini, Messi sudah mengoleksi 32 gelar bersama Barcelona. Jumlah ini sama dengan jumlah trofi yang didapatkan Andres Iniesta. Namun, Messi berpeluang untuk terus menambah gelar dan menjadi pengoleksi gelar terbanyak sepanjang masa di Barcelona. Meski begitu, Messi menyisakan satu penyesalan. Meski menjuarai La Liga, Messi menyesal gagal mempersembahkan gelar treble winner untuk Andres Iniesta. Gelandang berusia 33 tahun itu telah memutuskan meninggalkan Barcelona pada akhir musim. "Saya sungguh malu dengan Iniesta. Kami sudah kehilangan dua simbol klub, Mascherano dan Xavi Hernandez, sekarang giliran Iniesta," kata Messi, dikutip dari Football Espana. "Rasanya saya seperti membungkuk (pada musim ini). Kami gagal di Liga Champions dan Iniesta meninggalkan kami tidak dengan gelar treble. Namun, saya rasa dia akan pergi dengan cara yang mengesankan juga."

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya