Liputan6.com, Seoul: Pergelaran Piala Dunia 2002 tinggal menghitung hari. Demam pesta sepak bola akbar pun berlangsung di berbagai negara. Terlebih Korea Selatan yang tahun ini ditunjuk sebagai tuan rumah bersama Jepang. Namun, rupanya Piala Dunia di Korsel tak hanya dimonopoli manusia. Buktinya, Korsel juga menjadi tuan rumah dari Kejuaraan Dunia Sepakbola Robot yang diikuti 207 tim dari 25 negara. Pertandingan itu berlangsung di bawah naungan Federasi Sepakbola Robot Internasional (FIRA).
Berbeda dengan sepak bola biasa, setiap tim dalam pertandingan ini hanya terdiri dari tiga robot. Pemainnya juga tak menendang melainkan mendorong bola. Setiap tim terdiri atas tiga unit robot berbentuk kubus dengan dua roda. Masing-masing berfungsi sebagai penjaga gawang, penyerang, dan pemain bertahan. Untuk bermain, setiap robot dilengkapi program strategi individual sehingga para pemain sanggup membaca lokasi bola. Masing-masing robot dilengkapi sebuah pusat kendali mini agar dapat berfungsi dengan baik. Untuk otaknya, robot-robot tersebut dipasangi antena dan baterai.
Durasi setiap babak pertandingan berlangsung selama lima menit. Permainan sepak bola robot ini juga memakai semua peraturan yang berlaku pada sepak bola normal. Namun, lapangan dibuat dengan ukuran mini sehingga dapat dipenuhi para robot. Kendati begitu, permainan ini masih dikendalikan manusia yang berperan sebagai pelatih dan pengatur strategi. Sensor warna membantu para robot mengenali rekan satu tim sekaligus untuk memperebutkan bola.
Kejuaraan dunia sepak bola robot ini akan berlangsung hingga Rabu besok. Tahun ini adalah kejuaraan yang ke tujuh sejak ditemukan ilmuwan Korsel pada 1996. Negara yang turut berpartisipasi dalam kejuaraan ini antara lain Inggris, Prancis, Spanyol, Afrika Selatan, Argentina, dan Amerika Serikat. Panitia pertandingan menyebutkan, kejuaraan kali ini cukup menarik perhatian lebih banyak ketimbang enam kejuaraan terdahulu. Sebelumnya, kejuaraan itu hanya diminati para pelajar.(DEN/Jsi)
Berbeda dengan sepak bola biasa, setiap tim dalam pertandingan ini hanya terdiri dari tiga robot. Pemainnya juga tak menendang melainkan mendorong bola. Setiap tim terdiri atas tiga unit robot berbentuk kubus dengan dua roda. Masing-masing berfungsi sebagai penjaga gawang, penyerang, dan pemain bertahan. Untuk bermain, setiap robot dilengkapi program strategi individual sehingga para pemain sanggup membaca lokasi bola. Masing-masing robot dilengkapi sebuah pusat kendali mini agar dapat berfungsi dengan baik. Untuk otaknya, robot-robot tersebut dipasangi antena dan baterai.
Durasi setiap babak pertandingan berlangsung selama lima menit. Permainan sepak bola robot ini juga memakai semua peraturan yang berlaku pada sepak bola normal. Namun, lapangan dibuat dengan ukuran mini sehingga dapat dipenuhi para robot. Kendati begitu, permainan ini masih dikendalikan manusia yang berperan sebagai pelatih dan pengatur strategi. Sensor warna membantu para robot mengenali rekan satu tim sekaligus untuk memperebutkan bola.
Kejuaraan dunia sepak bola robot ini akan berlangsung hingga Rabu besok. Tahun ini adalah kejuaraan yang ke tujuh sejak ditemukan ilmuwan Korsel pada 1996. Negara yang turut berpartisipasi dalam kejuaraan ini antara lain Inggris, Prancis, Spanyol, Afrika Selatan, Argentina, dan Amerika Serikat. Panitia pertandingan menyebutkan, kejuaraan kali ini cukup menarik perhatian lebih banyak ketimbang enam kejuaraan terdahulu. Sebelumnya, kejuaraan itu hanya diminati para pelajar.(DEN/Jsi)