Liputan6, Jombang: Meski pemerintah sudah menetapkan Senin (1/8) ini sebagai awal bulan puasa, sebagian warga di berbagai daerah belum menunaikan rukun Islam ketiga itu. Di Desa Dukuh Klopo, Kecamatan Peterongan, Jombang, Jawa Timur, misalnya.
Seluruh anggota jamaah Tarekat Naqsabandiyah di desa itu baru akan berpuasa mulai Selasa besok. Alasannya, mereka belum melihat hilal sebagai tanda dimulainya bulan suci Ramadan.
Di Medan, Sumatra Utara, jamaah Tarekat Syatariah juga belum berpuasa. Tim pemantau datangnya Ramadan dari aliran tarekat itu belum melihat hilal sebagai pertanda awal bulan puasa.
Jika hingga esok hilal belum juga tampak, jamaah Tarekat Syatariyah kemungkinan akan memulai awal Ramadan Rabu mendatang. Sekitar 2.000 jamaah tarekat merupakan binaan Syaikh Burhanuddin Ulakan dari Padang Pariaman, Sumatra Barat.
Ratusan penganut ajaran Islam Aboge atau Alif Rebo Wage di Desa Kracak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, juga baru berpuasa Selasa besok. Hari ini, penganut aliran itu masih terlihat melakukan aktivitas seperti biasa, seperti sarapan pagi, minum, dan merokok.
Mereka juga membersihkan masjid yang akan digunakan untuk salat Tarawih. Perhitungan jatuhnya awal puasa ditetapkan berdasarkan penghitungan kalender Islam Jawa, sesuai warisan dari sesepuh penganut Aboge.(APY/SHA)
Seluruh anggota jamaah Tarekat Naqsabandiyah di desa itu baru akan berpuasa mulai Selasa besok. Alasannya, mereka belum melihat hilal sebagai tanda dimulainya bulan suci Ramadan.
Di Medan, Sumatra Utara, jamaah Tarekat Syatariah juga belum berpuasa. Tim pemantau datangnya Ramadan dari aliran tarekat itu belum melihat hilal sebagai pertanda awal bulan puasa.
Jika hingga esok hilal belum juga tampak, jamaah Tarekat Syatariyah kemungkinan akan memulai awal Ramadan Rabu mendatang. Sekitar 2.000 jamaah tarekat merupakan binaan Syaikh Burhanuddin Ulakan dari Padang Pariaman, Sumatra Barat.
Ratusan penganut ajaran Islam Aboge atau Alif Rebo Wage di Desa Kracak, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, juga baru berpuasa Selasa besok. Hari ini, penganut aliran itu masih terlihat melakukan aktivitas seperti biasa, seperti sarapan pagi, minum, dan merokok.
Mereka juga membersihkan masjid yang akan digunakan untuk salat Tarawih. Perhitungan jatuhnya awal puasa ditetapkan berdasarkan penghitungan kalender Islam Jawa, sesuai warisan dari sesepuh penganut Aboge.(APY/SHA)