Liputan6.com, Lumajang: Halaman rumah milik salah satu warga Desa Bago, Lumajang, Jawa Timur, belum lama ini disulap menjadi sirkuit atau arena balap marmut. Panjang sirkuit, katakanlah begitu, sekitar 50 meter dan selebar dua meter. Sejumlah peserta sudah siap membawa marmut mereka untuk diadu kecepatannya.
Agar marmutnya bisa berlari cepat, para peserta melakukan pemanasan terlebih dahulu. Mereka juga sudah memberi aneka jamu agar hewan mungil yang biasanya terkesan pemalas itu lebih kuat. Dan, syukur-syukur tampil sebagai juara.
Advertisement
Saat lomba pun dimulai. Dua marmut berlari cepat menuju garis finis. Siapa yang paling cepat tiba di garis finis, ialah yang menjadi juara. Hadiah yang lumayan pun disediakan bagi para pemenang.
Lomba ini digelar rutin oleh warga Desa Bago, yang hampir seluruhnya berasal dari suku Madura. Kerabat mereka di Pulau Madura boleh berbangga dengan karapan sapi yang terkenal itu. Namun, warga Desa Bango pun dapat berbangga karena mempunyai tradisi tak kalah unik, yakni balapan atau karapan marmut.(ANS)