Liputan6.com, Jakarta: Merasa tak durhaka kepada siapa pun, Afgan akhirnya angkat bicara setelah dicap Malin Kundang oleh label rekaman yang telah melahirkannya ke bursa musik Indonesia. Pengacara Afgan, Nizamudin, menanggapinya dengan santai.
"Iya kan kemarin Afgan dibilang Malin Kundang. Tapi Afgan ini belum jadi batu. Jadi, Afgan bukan Malin Kundang," kata Nizamudin seperti ditayangkan dalam Hot Shot, Sabtu (18/6).
Sementara bagi Afgan, ia menganggap Malin Kundang sebagai kata-kata yang sejatinya tidak dilontarkan dari pihak Wanna B. Afgan berjanji tak akan pernah melupakan jasa-jasa Wanna B meski ia pindah ke label rekaman lain.
Afgan menjelaskan. "Sebenarnya kontrak saya dengan Wanna B untuk dua album pertama sudah berakhir. Dan sekarang saya juga belum ada kontrak dengan siapa pun. Sebatas manajemen aja sama pihak Trinity," tuturnya.
Wanna B seperti gunung api yang meletus. "Etika, moral, dari yang namanya Afgan ini, tidak ada sama sekali. Ini menyangkut harga diri kita yang rasanya sudah diinjak-injak. Jangan selalu menyudutkan orang. Selama ini saya memperlakukan dia (Afgan) lebih dari anak saya sendiri. Lebih! Tapi apa yang saya dapat? Apa yang kita rasakan?" ujar Alfred dari Wanna B.
Afgan dituding telah membatalkan sejumlah kontrak secara sepihak sehingga menimbulkan kerugian material untuk pihak Wanna B yang menetaskan namanya di industri musik Tanah Air. Afgan pun dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan dengan laporan dugaan penipuan [baca: "Afgan Malin Kundang"] (YUS)
"Iya kan kemarin Afgan dibilang Malin Kundang. Tapi Afgan ini belum jadi batu. Jadi, Afgan bukan Malin Kundang," kata Nizamudin seperti ditayangkan dalam Hot Shot, Sabtu (18/6).
Sementara bagi Afgan, ia menganggap Malin Kundang sebagai kata-kata yang sejatinya tidak dilontarkan dari pihak Wanna B. Afgan berjanji tak akan pernah melupakan jasa-jasa Wanna B meski ia pindah ke label rekaman lain.
Afgan menjelaskan. "Sebenarnya kontrak saya dengan Wanna B untuk dua album pertama sudah berakhir. Dan sekarang saya juga belum ada kontrak dengan siapa pun. Sebatas manajemen aja sama pihak Trinity," tuturnya.
Wanna B seperti gunung api yang meletus. "Etika, moral, dari yang namanya Afgan ini, tidak ada sama sekali. Ini menyangkut harga diri kita yang rasanya sudah diinjak-injak. Jangan selalu menyudutkan orang. Selama ini saya memperlakukan dia (Afgan) lebih dari anak saya sendiri. Lebih! Tapi apa yang saya dapat? Apa yang kita rasakan?" ujar Alfred dari Wanna B.
Afgan dituding telah membatalkan sejumlah kontrak secara sepihak sehingga menimbulkan kerugian material untuk pihak Wanna B yang menetaskan namanya di industri musik Tanah Air. Afgan pun dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan dengan laporan dugaan penipuan [baca: "Afgan Malin Kundang"] (YUS)