Liputan6.com, New York: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan penyakit akibat bakteri Escherichia coli (E. coli) yang melanda Jerman dan 11 negara lainnya di wilayah Eropa hingga kini telah mencapai 2.260 kasus dan mengakibatkan kematian 22 orang.
Hingga 5 Juni 2011, Jerman telah melaporkan timbulnya 1.536 kasus EHEC tanpa HUS --yaitu peningkatan sebanyak 108 kasus dari satu hari sebelumnya-- dan mengakibatkan kematian terhadap enam orang.
Tidak hanya di Eropa, penyakit E.coli juga terjadi di Amerika Serikat.
WHO menjelaskan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS sebelumnya telah melaporkan terjadinya dua kasus HUS, yang keduanya berkaitan dengan penyakit E. coli di Eropa dan terbawa melalui perjalanan.
Seperti yang diungkapkan WHO pekan lalu, E. coli timbul akibat adanya ketegangan yang jarang ditemukan pada bakteri.
EHEC merupakan ketegangan bakteri E. coli yang sangat parah, biasanya ditemukan pada usus binatang, terutama binatang-binatang menyusui/pemamah biak.
Penyakit EHEC dapat dikenali melalui beberapa gejala, yaitu orang yang bersangkutan mengalami kram perut dan diare, yang mungkin juga disertai pendarahan.
Gejala EHEC dapat juga berupa demam dan muntah-muntah, kata WHO.
Kebanyakan pasien yang terkena EHEC akan berangsur sembuh dalam waktu 10 hari.
Mereka yang mengalami diare disertai pendarahan ataupun menderita sakit setelah bepergian dari Jerman dan kontak dengan penderita, diimbau segera berkonsultasi kepada dokter atau petugas kesehatan.(PBB/ANT/MEL)
Hingga 5 Juni 2011, Jerman telah melaporkan timbulnya 1.536 kasus EHEC tanpa HUS --yaitu peningkatan sebanyak 108 kasus dari satu hari sebelumnya-- dan mengakibatkan kematian terhadap enam orang.
Tidak hanya di Eropa, penyakit E.coli juga terjadi di Amerika Serikat.
WHO menjelaskan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS sebelumnya telah melaporkan terjadinya dua kasus HUS, yang keduanya berkaitan dengan penyakit E. coli di Eropa dan terbawa melalui perjalanan.
Seperti yang diungkapkan WHO pekan lalu, E. coli timbul akibat adanya ketegangan yang jarang ditemukan pada bakteri.
EHEC merupakan ketegangan bakteri E. coli yang sangat parah, biasanya ditemukan pada usus binatang, terutama binatang-binatang menyusui/pemamah biak.
Penyakit EHEC dapat dikenali melalui beberapa gejala, yaitu orang yang bersangkutan mengalami kram perut dan diare, yang mungkin juga disertai pendarahan.
Gejala EHEC dapat juga berupa demam dan muntah-muntah, kata WHO.
Kebanyakan pasien yang terkena EHEC akan berangsur sembuh dalam waktu 10 hari.
Mereka yang mengalami diare disertai pendarahan ataupun menderita sakit setelah bepergian dari Jerman dan kontak dengan penderita, diimbau segera berkonsultasi kepada dokter atau petugas kesehatan.(PBB/ANT/MEL)