Liputan6.com, Milan - Striker mahal AC Milan, Andre Silva, akhirnya berhasil memecahkan kebuntuannya di Serie A. Striker yang diboyong dari FC Porto seharga 38 juta euro itu mencetak gol tunggal kemenangan dramatis AC Milan saat bertandang ke markas Genoa, Minggu malam (11/3/2018).
Gol Silva lahir ketika pertandingan sudah memasuki menit 90+5. Memanfaatkan umpan crossing Suso dari sayap kanan, ia menanduk bola ke sisi kiri gawang Genoa yang tak mampu dijangkau Mattia Perin.
Advertisement
Gol tersebut menjadi gol pertamanya di Serie A sejak tiba di San Siro musim panas lalu. Butuh 17 penampilan bagi striker Timnas Portugal itu untuk mengakhiri paceklik golnya.
“Saya senang Andre Silva mencetak gol pertamanya di Serie A. Memang berat mengemban jersey prestisius ini, apalagi kalau Anda masih muda. Kami harus terus bekerja keras dan berkembang sepanjang waktu, serta percaya diri,” ujar pelatih AC Milan, Gennaro Gattuso.
Dengan gol ini, total Silva sudah mencetak sembilan gol dalam 32 penampilan di semua kompetisi. Delapan gol lainnya seluruhnya dicetak di ajang Liga Europa.
Gol ini sekaligus menjawab kritik yang selama ini mengarah kepadanya. Penyerang berusia 22 tahun itu sebelumnya sempat dianggap sebagai pembelian gagal karena performanya tak lebih baik dibanding striker muda binaan akademi AC Milan, Patrick Cutrone.
Sejak awal musim, Silva memang jarang mendapat kesempatan tampil di Serie A. Jikapun dimainkan, ia lebih sering masuk sebagai pemain pengganti.
Dari 17 penampilan, hanya lima kali ia diturunkan sebagai starter. Bahkan dalam laga kontra Genoa tersebut, ia baru dimasukkan di menit 68, menggantikan Hakan Calhanoglu.
Lebih Baik Dibanding Kalinic
Catatan Silva setidaknya masih lebih baik dibanding striker anyar lainnya, Nikola Kalinic. Meski selalu diandalkan sebagai starter di Serie A, penyerang yang diboyong dari Fiorentina itu baru mencetak empat gol sejauh ini.
“Kalinic gagal mencetak gol, tapi dia pemain yang kuat dengan teknik yang bagus. Saya ingin melihat tampil lebih tekun saat bola datang dan dia harus mempermainkan bek-bek lawan untuk menemukan celah. Dia membiarkan dirinya tertekan terlalu mudah,” komentar Gattuso.