Liputan6.com, Jakarta: Detasemen Khusus 88 Antiteror sampai saat ini masih memeriksa 19 pelaku terorisme. "Jadi proses pemeriksaan terhadap para tersangka yang sampai dinihari tadi masih berlangsung," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar di Jakarta, Jumat (22/4).
Menurut Boy Rafli, para pelaku ditangkap di sejumlah tempat. Tiga pelaku, yakni berinisial P, J, dan F ditangkap di Aceh. P, A, A, E, dan R ditangkap di Bogor. Sedangkan F, D, dan Y di Kramat Jati.
Ada juga di Rawamangun, yakni M. Sedangkan di Pondok Kopi ada lima, yaitu A, D, M, R, dan A. Di Bekasi berinisial A dan Tanggerang, yaitu J. "Semua pelaku diperiksa untuk mengetahui peran masing-masing. Tapi yang jelas, sementara dapat disimpulkan merupakan pelaku aksi teror bom buku," kata Boy.(Ant/ULF)
Menurut Boy Rafli, para pelaku ditangkap di sejumlah tempat. Tiga pelaku, yakni berinisial P, J, dan F ditangkap di Aceh. P, A, A, E, dan R ditangkap di Bogor. Sedangkan F, D, dan Y di Kramat Jati.
Ada juga di Rawamangun, yakni M. Sedangkan di Pondok Kopi ada lima, yaitu A, D, M, R, dan A. Di Bekasi berinisial A dan Tanggerang, yaitu J. "Semua pelaku diperiksa untuk mengetahui peran masing-masing. Tapi yang jelas, sementara dapat disimpulkan merupakan pelaku aksi teror bom buku," kata Boy.(Ant/ULF)