Ferguson Cemaskan Chaos di Wembley

Manajer MU Sir Alex Ferguson mengecam keputusan FA yang menggelar semfiinal FA Cup di Wembley. Banyaknya event pada saat itu membuat Ferguson memprediksi chaos bakal terjadi di London.

oleh Liputan6Diterbitkan 29 Maret 2011, 21:46 WIB
Manajer Manchester United Sir Alex Ferguson mengamati para pemainnya di pusat latihan tim di Carrington, Manchester, jelang partai Liga Champions pada 6 Desember 2010. AFP PHOTO/ANDREW YATES
Liputan6.com, Manchester: Sejak musim 2007-2008, Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) menetapkan Wembley Stadium, stadion keramat di Inggris, tidak hanya akan menjadi venue final FA Cup, melainkan juga babak semifinal. Keputusan yang dilandasi sebagai upaya FA mencari dana guna menutup biaya pembangunan The New Wembley yang mencapai 800 juta pound itu sejatinya mendapat kritikan dari sejumlah pihak. Tak terkecuali, manajer sepuh Liga Premier Inggris, Sir Alex Ferguson.

Untuk kesekian kalinya manajer Manchester United berusia 69 tahun itu melontarkan ketidaksenangannya pada keputusan. Apalagi di musim ini ketika empat tim yang berasal dari luar kota London bakal berjibaku di dua partai semifinal yang akan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 16 dan 17 April mendatang.

Empat tim dimaksud, tiga di antaranya berdomisili di Greater Manchester: MU, Manchester City, dan Bolton Wanderers. Satu tim lainnya adalah Stoke City yang terletak di kawasan West Midlands. Selain itu, pada saat yang bersamaan, akan digelar London Marathon plus big-match Liga Premier antara Arsenal dan Liverpool yang berlangsung di Emirates Stadium. Karena itulah, Ferguson memprediksi bakal terjadi chaos di Kota London.

“Pikirkanlah soal satu ini yang terbilang sangat penting. Bakal ada 60 ribu fans yang datang dari Manchester. Hitung saja berapa banyak bahan bakar yang terpakai. Itu baru satu isu. Yang lainnya, perkirakan pula berapa banyak suporter yang datang dari kawasan Barat Laut menuju London. Fans Stoke, City, dan MU ditambah fans Liverpool. Lalu, banyak pula yang bakal menyaksikan London Marathon. Maka, chaos benar-benar bakal terjadi,” tegas Ferguson.

Lebih jauh, Ferguson menilai FA tidak mau mempertimbangkan besarnya ongkos yang harus dikeluarkan para fans klub untuk datang ke Wembley. “Saya pikir, besarnya cost yang dikeluarkan para suporter tidak pernah dipertimbangkan. Seyognyanya, laga semifinal bisa digelar di Villa Park dan Anfield Stadium. Tapi, nasi telah menjadi bubur. Memang menyenangkan bisa bermain di Wembley. Namun, lebih baik jika itu terjadi di laga final. Sebab, jadi insentif bagi setiap pemain untuk bermain di laga final yang digelar di Wembley,” tandas Ferguson yang mengaku sebelum undian semifinal digelar ia telah mendapat feeling bahwa Setan Merah bakal bertemu The Citizens.(MEG/Guardian)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya