Liputan6.com, Munich: Bintang Bayern Muenchen Bastian Schweinsteiger menyatakan, bisa memaklumi reaksi Zinedine Zidane dengan menanduk Marco Materazzi dalam final Piala Dunia 2006 silam. Demikian pernyataan Schweinsteiger usai Bayern ditekuk Inter, tim dari Materazzi.
Materazzi merupakan pemain cadangan tidak bermain dalam partai yang berakhir 2-3 untuk Inter. Berkat keunggulan produktivitas gol di kandang lawan, Inter lolos ke babak perempat final Liga Champions. Dan Schweini, panggilan populer Schweinsteiger, berang dengan tindakan bek veteran Inter itu seusai laga di Allianz Arena.
Schweinsteiger menolak menjelaskan secara spesifik tindakan atau perkataan Materazzi yang membuatnya naik pitam. Tapi, dia bersimpati pada Zidane atas aksi head-butt ke dada Materazzi karena mencela keluarganya ketika Prancis bertemu Italia dalam final di Berlin hampir lima tahun silam tersebut.
“Saya dapat mengerti apa yang dirasakan Zidane—setelah mendapat cemoohan dari Materazzi,” kata gelandang Timnas Jerman ini. “Bek Inter itu (Materazzi) tidak berbuat apa-apa selain berusaha memprovakasi lawan, bahkan dari ruang ganti sekalipun. Itu jelas bukan tindakan terpuji.”
Inter memastikan memelihara peluang mempertahankan gelar juara Liga Champions berkat gol Goran Pandev dua menit sebelum pertandingan berakhir. Nerazzurri menjadi tim pertama dalam 15 tahun yang berhasil melaju di fase knock-out Liga Champions setelah tertinggal di leg pertama.(DIM/Soccernet)
Materazzi merupakan pemain cadangan tidak bermain dalam partai yang berakhir 2-3 untuk Inter. Berkat keunggulan produktivitas gol di kandang lawan, Inter lolos ke babak perempat final Liga Champions. Dan Schweini, panggilan populer Schweinsteiger, berang dengan tindakan bek veteran Inter itu seusai laga di Allianz Arena.
Schweinsteiger menolak menjelaskan secara spesifik tindakan atau perkataan Materazzi yang membuatnya naik pitam. Tapi, dia bersimpati pada Zidane atas aksi head-butt ke dada Materazzi karena mencela keluarganya ketika Prancis bertemu Italia dalam final di Berlin hampir lima tahun silam tersebut.
“Saya dapat mengerti apa yang dirasakan Zidane—setelah mendapat cemoohan dari Materazzi,” kata gelandang Timnas Jerman ini. “Bek Inter itu (Materazzi) tidak berbuat apa-apa selain berusaha memprovakasi lawan, bahkan dari ruang ganti sekalipun. Itu jelas bukan tindakan terpuji.”
Inter memastikan memelihara peluang mempertahankan gelar juara Liga Champions berkat gol Goran Pandev dua menit sebelum pertandingan berakhir. Nerazzurri menjadi tim pertama dalam 15 tahun yang berhasil melaju di fase knock-out Liga Champions setelah tertinggal di leg pertama.(DIM/Soccernet)