Liputan6.com, Jakarta: Sebelum ledakan di kantor Komunitas Utan Kayu di kawasan Utan Kayu, Jakarta Timur, laporan temuan bom masuk ke Kepolisian Resor Metro Jaktim diterima Ipda Samsudin sekitar pukul 13.30 WIB. Laporan itu kemudian diteruskan ke Kepala Satuan Reserse Kriminal Komisaris Polisi Dodi Rahmawan. Selanjutnya, Dodi beserta sejumlah anggota langsung meluncur ke lokasi dan tiba sekitar pukul jam 15.00 WIB.
Demikian penjelasan yang disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jendral Suparman setiba di lokasi ledakan, Selasa (15/3). Menurut Suparman kemungkinan Kasatreskrim Dodi dibantu sejumlah anggota menyiram paket bom yang terbungkus buku. Namun, naas bom malah meledak saat Dodi mencoba menjinakkan. Kemungkinan terjadi gesekan dalam paket bom sehingga memicu ledakan. Ia menyayangkan tindakan gegabah itu. "Seharusnya Kompol Dodi menunggu kedatangan tim gegana."
Suparman menduga jenis bom yang digunakan cukup besar. Itu bisa dilihat dari efek ledakan yang ditimbulkan. Ia mengakui paket bom memang ditujukan ke kantor Berita Radio 68H, melalui kurir. Namun, belum diketahui pengiriman paket bom itu menggunakan perusahaan jasa kurir atau tidak.
Soal motif dan pelaku, polisi masih menyelidiki. Meski demikian, Suparman mengakui orang yang merakit paket bom itu memiliki keahlian khusus, serta memiliki target serta tempat pengeboman jelas.
Dalam ledakan, dilaporkan setidaknya tiga orang terluka. Para korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Ketiga korban adalah Kompol Dodi Hermawan yang terluka di tangan kiri, Inspektur Polisi Dua Bara Sagita serta seorang petugas keamanan Mulyana.(ADI/AIS)
Demikian penjelasan yang disampaikan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jendral Suparman setiba di lokasi ledakan, Selasa (15/3). Menurut Suparman kemungkinan Kasatreskrim Dodi dibantu sejumlah anggota menyiram paket bom yang terbungkus buku. Namun, naas bom malah meledak saat Dodi mencoba menjinakkan. Kemungkinan terjadi gesekan dalam paket bom sehingga memicu ledakan. Ia menyayangkan tindakan gegabah itu. "Seharusnya Kompol Dodi menunggu kedatangan tim gegana."
Suparman menduga jenis bom yang digunakan cukup besar. Itu bisa dilihat dari efek ledakan yang ditimbulkan. Ia mengakui paket bom memang ditujukan ke kantor Berita Radio 68H, melalui kurir. Namun, belum diketahui pengiriman paket bom itu menggunakan perusahaan jasa kurir atau tidak.
Soal motif dan pelaku, polisi masih menyelidiki. Meski demikian, Suparman mengakui orang yang merakit paket bom itu memiliki keahlian khusus, serta memiliki target serta tempat pengeboman jelas.
Dalam ledakan, dilaporkan setidaknya tiga orang terluka. Para korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat. Ketiga korban adalah Kompol Dodi Hermawan yang terluka di tangan kiri, Inspektur Polisi Dua Bara Sagita serta seorang petugas keamanan Mulyana.(ADI/AIS)