Liputan6.com, Jakarta - Bagi pecinta Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, nama Dede Sulaeman tentu tak asing di telinga. Ia menjadi salah satu sosok dalam generasi emas tim Macan Kemayoran dan Merah Putih.
Di usia yang kini menginjak 62 tahun, Dede masih menyempatkan diri bermain sepak bola. Meski postur tak lagi ideal, kekuatan fisik yang tak seperti dulu, dan kemampuannya sebagai penyerang sayap telah menghilang, ia turut serta dalam ajang Trofeo Cup 2018 yang digulirkan di GOR Soemantri, Jakarta, Senin (29/1/2018).
Advertisement
Liputan6.com pun mencoba menyapa sosok yang pernah mengharumkan nama Persija dan Timnas Indonesia ini. Dengan ramah ia menjawab semua pertanyaan meski saat awalnya ia sedang mengobrol dengan rekan-rekannya yang tergabung dalam skuat Persija OldStars seperti Tonny Tanamal dan Donny Pattinasarany.
"Alhamdulillah kabar saya baik. Sudah tidak ada kegiatan di kantor setelah mengabdi di Pertamina selama 34 tahun," kata Dede saat duduk di tribun penonton GOR Sumantri dengan mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam tersebut.
Setelah meninggalkan Pertamina, Dede memutuskan kembali menggeluti sepak bola. Jelas bukan sebagai pemain. Kini, ia menjalani tugas sebagai talent scouting dalam liga remaja yang digulir salah satu media di Indonesia.
Kenangan Lawan Korsel
Tujuannya kembali turun gunung ke sepak bola hanya satu. Ia ingin pembinaan usia muda sepak bola Indonesia berjalan dengan baik. "Usia muda adalah pondasi sepak bola. Kalau usia mudanya tertata dengan baik, otomatis sampai di senior pun mereka akan baik," Dede menjelaskan.
Setelah bertanya soal kabar terkini, Dede pun mengenang masa-masa kejayaannya bersama Persija dan Timnas Indonesia. Salah satu aksinya yang paling diingat adalah aksinya menjebol gawang Korea Selatan pada Pra Piala Dunia (PPD) 1986.