Liputan6.com, Jakarta: "Jika ada kelompok atau organisasi resmi yang selama ini terus melakukan aksi kekerasan yang tak hanya meresahkan masyarakat luas, tetapi nyata-nyata banyak menimbulkan korban, penegak hukum agar mencarikan jalan yang sah atau legal. Jika perlu dilakukan pembubaran," ujar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, baru-baru ini.
Pernyataan yang disampaikan Presiden Yudhoyono menanggapi aksi massa anarkis berbau SARA di Cikeusik, Pandeglang, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah. Sejumlah kalangan menduga, kelompok teroganisir di balik kejadian di Pandeglang. Hal ini terlihat dengan adanya pemakaian pita biru pada pelaku yang terekam kamera.
Data pemerintah yang diterima SCTV menyebutkan, sejak 2007 hingga Agustus 2010 terjadi 170 kekerasan yang dilakukan organisasi kemasyarakatan. Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Betawi Rempug (FBR) adalah dua ormas yang disebut mendominasi aksi kekerasan tersebut.
Kuasa Hukum FPI Munarman membantah jika organisasinya disebut berada di balik peristiwa Pandeglang. "Tidak ada hubungannya apa yang dinyatakan SBY dengan FPI. Kalau itu didasarkan pada peristiwa Cikeusik dan Temanggung, tidak ada keterlibatan FPI. Kita sudah cek," kata Munarman
Menteri Agama Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan mempersilakan polisi mengusut dugaan adanya anggota Gerakan Pemuda Ka`bah (GPK) terlibat kerusuhan di Temanggung. GPK adalah ormas underbow PPP. "Siapa pun yang terlibat, silakan diusut. DPP PPP tak mempunyai kebijakan untuk melakukan kekerasan kepada siapa pun," ujar Suryadharma.(ULF)
Pernyataan yang disampaikan Presiden Yudhoyono menanggapi aksi massa anarkis berbau SARA di Cikeusik, Pandeglang, Banten, dan Temanggung, Jawa Tengah. Sejumlah kalangan menduga, kelompok teroganisir di balik kejadian di Pandeglang. Hal ini terlihat dengan adanya pemakaian pita biru pada pelaku yang terekam kamera.
Data pemerintah yang diterima SCTV menyebutkan, sejak 2007 hingga Agustus 2010 terjadi 170 kekerasan yang dilakukan organisasi kemasyarakatan. Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Betawi Rempug (FBR) adalah dua ormas yang disebut mendominasi aksi kekerasan tersebut.
Kuasa Hukum FPI Munarman membantah jika organisasinya disebut berada di balik peristiwa Pandeglang. "Tidak ada hubungannya apa yang dinyatakan SBY dengan FPI. Kalau itu didasarkan pada peristiwa Cikeusik dan Temanggung, tidak ada keterlibatan FPI. Kita sudah cek," kata Munarman
Menteri Agama Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan mempersilakan polisi mengusut dugaan adanya anggota Gerakan Pemuda Ka`bah (GPK) terlibat kerusuhan di Temanggung. GPK adalah ormas underbow PPP. "Siapa pun yang terlibat, silakan diusut. DPP PPP tak mempunyai kebijakan untuk melakukan kekerasan kepada siapa pun," ujar Suryadharma.(ULF)