Striker Deltras Sidoarjo Terancam Pasal Penganiayaan

Striker Deltras Sidoarjo, Marcio Souza, terancam dijerat pasal tentang penganiayaan. Pemain asing asal Brasil itu diperiksa polisi terkait kericuhan yang terjadi saat berlangsung laga lanjutan ISL.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Februari 2011, 20:35 WIB
Liputan6.com, Samarinda: Striker Deltras Sidoarjo, Marcio Souza, terancam dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. Menurut Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Arif Budiman, Senin (7/2), Marcio Souza terancam dipidana terkait laporan Tomy Ermanto, Ketua Panitia laga Indonesia Super Liga (ISL) Persisam Putra Samarinda, Kalimantan Timur. Ia mengaku dianiaya oleh Marcio.

"Keterangan saksi sudah lengkap dan tinggal menunggu surat dari Inpektur Pertandingan dan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Delapan saksi telah kami mintai keterangan termasuk Marcio Souza dan Legal Kesebelasan Deltras Sidoarjo, Makin Rahmat," ungkap Arif Budiman.

Arif menjelaskan, surat Inspektur Pertandingan dan Komdis PSSI akan menjadi dasar apakah keributan yang berujung penganiayaan saat berlangsung laga di Stadion Segiri Samarinda itu bisa diproses hukum.

Polisi, kata Arif, harus hati-hati dan tidak gegabah dalam menangani kasus ini sebab tempat kejadian berlangsung di 'base' pemain cadangan dan waktu kejadian saat pertandingan berlangsung. Untuk itu, polisi telah berkoorodinasi dengan komisioner dan ofisial pertandingan.

"Namun, jika surat tersebut tidak ada, kasus ini akan tetap kami proses dan dia (Marcio Souza) bisa terancam pidana dan dijerat pasal 351 KUHP tentang penganiayaan," tuturnya.

Seperti diketahui, pemain asing asal Brasil itu diperiksa polisi terkait kericuhan yang terjadi saat berlangsung laga lanjutan ISL, Kamis lalu. Saat pemeriksaan Marcio didampingi Legal Deltras Sidoarjo, Makin Rahmat. Usai menjalani pemeriksaan, Makin Rahmat, kepada wartawan berharap, keributan yang berujung dilaporkannya Marcio Souza itu tidak sampai diproses secara hukum.

"Jadi, saya berharap ada solusi agar masalah ini bisa diselesaikan dengan baik tanpa harus diproses hukum," kata Makin Rahmat.

Keributan itu bermula saat kubu Deltras Sidoarjo memprotes proses terjadinya gol Persisam Putra Samarinda di menit ke-85. Pihak Deltras Sidoarjo menilai terjadi pelanggaran sebelum gol tercipta, namun wasit tetap mengesahkan gol tersebut.

Saat itulah, suporter Persisam Putra Samarinda melempari ofisial dan para pemain Deltras Sidoarjo hingga terjadi pemukulan. Meski sempat terhenti akibat insiden tersebut, pertandingan tetap dilanjutkan dan Persisam Putra Samarinda tetap unggul 1-0 [baca: Persisam Hantam Deltras].(IAN)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya